Hii…Dracunculus Medinensis Jadi Parasit Paling Ganas Tertua di Dunia

kabar6.com
Ilustrasi/Educalingo

Kabar6-Parasit yang satu ini dikenal sebagai cacing Guinea, salah satu parasit tertua yang telah didokumentasikan manusia. Dokumentasi tulisannya ditemukan hingga sejauh abad 2 SM yang ditulis oleh para penulis sejarah Yunani. Parasit ini sendiri banyak ditemukan di Afrika dan Asia.

Cacing guinea (Dracunculus medinensis), melansir dokter.id, telah menyebabkan penderitaan pada manusia selama puluhan ribu tahun. Larva cacing guinea ini hidup di dalam tubuh kutu air. Ketika manusia meminum air yang mengandung kutu air, maka sistem pencernaan manusia akan membunuh kutu air yang terminum, namun tidak mematikan larva cacing yang terus berkembang menjadi dewasa.

Cacing jantan biasanya akan mati setelah berhubungan intim dengan cacing betina di dalam tubuh manusia, sementara cacing betina ini akan terus membesar dalam waktu singkat. Pertumbuhan cacing betina ini akan mencapai lebih dari dua sentimeter setiap minggunya.

Dalam waktu setahun, cacing ini perlahan-lahan akan keluar dari dalam tubuh manusia yang diinfeksinya dengan cara menjulurkan kepala terlebih dahulu di bagian bawah kaki atau lengan manusia yang terinfeksi.

Proses ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Selain itu, luka bekas lubang keluarnya cacing ini juga akan terus membesar dan akan terasa sangat menyakitkan. Sering kali penderita terburu-buru mencari sumber air untuk merendam luka mereka, padahal tindakan ini adalah salah. Ketika cacing guinea yang masih berada di dalam tubuh manusia itu merasa dekat dengan air, ia akan melepaskan ribuan larva yang kemudian akan dimakan oleh kutu air, dan begitu seterusnya. ** Baca juga: Wow! Ada Awan Berbentuk UFO di Langit Moscow

Untuk membasminya, para ahli punya satu cara sederhana yaitu dengan menyaring air minum menggunakan kain katun biasa dan mencegah penderita mendekati sumber air saat cacing sedang berusaha keluar dari dalam tubuhnya.(ilj/bbs)