Hidup Lebih Sehat, Kurangi Gorengan

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Hampir semua orang menyuakai gorengan, entah itu pisang, tahu, tempe atau sukun. Penganan yang satu itu mudah kita dijumpai di setiap sudut jalan ataupun di kantin-kantin sekolah dan kantor.

Hasil penelitian di Swedia oleh Eden Tareke dan team dari Stockhlom University, dikutip dari polahidupsehat.net, menunjukkan bahwa makanan yang banyak mengandung karbohidrat seperti kentang, jika telah digoreng dapat merangsang pembentukan senyawa karsigonogenik, yaitu bahan pemicu kanker, bernama akrilamida.

Makanan yang digoreng termasuk roti, biskuit, daging, ikan dinyatakan positif mengandung akrilamida. Bahkan fast food yang saat ini menjadi andalan di restoran-restoran cepat saji.

Apakah buah kelapa dan sawit juga berbahaya bagi kesehatan? Ternyata mengkonsumsi buah kelapa dan sawit tidak sama dengan mengkonsumsi minyak kelapa, artinya tidak berbahaya.

Bahkan mengkonsumsi kelapa muda termasuk airnya, sangat dianjurkan untuk mengeluarkan sisa-sisa racun di dalam tubuh.

Lalu, mengapa minyak goreng dianggap berbahaya? Ternyata ini disebabkan oleh proses pengulangan dalam suhu tinggi dan dalam jangka waktu yang lama.

Proses ini mengakibatkan minyak goreng memberikan kontribusi yang sangat tinggi bahkan tertinggi terhadap asupan asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang sangat sulit dicerna.

Pada umumnya asam lemak jenuh berasal dari hewan, seperti kambing, sapi, babi, dan lain-lain. Mengkonsumsi lemak jenuh secara berlebihan, ini termasuk gorengan, menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner.

Bahaya lain dari asam lemak jenuh adalah dapat menyebabkan bayi lahir prematur. Hal ini disebabkan tingginya asupan lemak jenuh dapat mengganggu asupan lemak tak jenuh yang sangat dibutuhka oleh calon bayi.

Bahkan berdasarkan studi di Amerika Serikat, lemak tak jenuh disebut sebagai penyebab kanker payudara pada wanita yang mengalami menopause. ** Baca juga: Ini Dia Ciri Rumah Sehat

Jadi, sedikit demi sedikit kurangilah gorengan untuk hidup lebih sehat. (ilj/bbs)