oleh

Harga LPG 3 Kg Di Lebak Banten Menyentuh Rp50 Ribu Lebih

Kabar6-Hiswana Migas DPC Provinsi Banten memperkirakan, harga kebutuhan gas LPG 3 kilo gram di wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pasca kejadian banjir bandang dan tanah longsor kemarin, menembus angka Rp50 ribu lebih, bergantung jarak tembuh serta medan pengirimannya, menjadikan harga gas LPG dengan ukuran melon tersebut melambung tajam dipasaran.

Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas DPC Provinsi Banten, Yudi Lukman mengatakan, seperti yang terjadi di daerah Lebak Situ, Kecamatan Lebakgedong, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, yang akses jalannya masih banyak terendam lumpur.

Menyebabkan biaya pengirimannga menjadi terus membengkak.

“Laporannya di daerah Lebak Situ. Mungkin bisa diatas Rp50 ribu. Itu karena medannya yang berbukit, tanah-tanah longsoran juga belum diseledaikan pengerukannya, jadi transportasinya ada yang dibawa menggunakan motor, ada juga yang nyeberangnya pakai orang dengan cara dipikul, sehingga biaya transportasinya cukup tinggi,” terang Yudi, kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).

Pihaknya juga mengaku, kesulitan saat melakukan pengiriman pasokan gas LPG di daerah tersebut, karena akses jalannya yang terendam lumpur.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar rapat untuk membahas pemberian bantuan tabung gas berukuran 5,5 kilogram yang akan diberikan secara cuma-cuma alias gratis kepada masyarakat didaerah-daerah yang sulit dijangkau, dengan cara meminjamkan tabung gas LPG dengan ukuran 5,5 kilogram lengkap beserta isinya.

Hal itu sengaja dilakukan untuk membantu dalam meringankan beban masyarakat pasca kejadian banjir bandang dan tanah longsong di Kabupaten Lebak kemarin, khususnya yang kesulitan untuk mendapatkan gas LPG dari pemerintah.

Bantuan pemberian pinjaman tabung gas berukuran 5,5 kilogram tersebut, rencananya akan diberikan setelah proses pendataan kepada warga yang sulit untuk jangkau dengan menggunakan kendaraan, agar ketersediaan gas LPG dirumahnya bisa tercukupi sambil menunggu proses perbaikan selanjutnya.

“Per-KK (kepala keluarga), nantinya akan kita kasih yang ukuran 5,5 kilo, sebulan sekali kita akan bantu isi, dan ini gratis sampai waktu tanggap darurat habis,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Yudi, pihaknya bekerjasama dengan pihak Pertamina juga ikut membantu dalam meringankan beban yang dialami para korban banjir bandang dan tanah lonsor di Kabupaten Lebak, dengan cara memasok gas LPG disetiap dapur umum yang didirikan.

“Yang dari DPC Hiswana Migas sekitar Rp150 jutaan, dan ini kita gratiskan, ditambah dari pertamina, untuk memasok ketersediaan gas LPG di dapur umum. Kalau dirata-rata, setiap harinya bisa menghabiskan 30 tabung dengan ukuran 12 kilo. Itu setiap hari kita isi. Sedikitnya 3 sampai 5 tabung gas LPG ukuran 12 kilo ditempatkan pada masing-masing posko pengungsian,” katanya.(Den)

Berita Terbaru