Hal yang Dapat Terjadi pada Otak Akibat Kurang Tidur

kabar6.com
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Tidur dengan waktu yang cukup sekaligus berkualitas berperan dalam kesehatan mental dan fisik. Karena itulah, kurang tidur memiliki efek samping yang sangat mengganggu, salah satunya mempengaruhi kinerja otak.

Ketika Anda tidak cukup tidur, seperti dilansir Bustle, ritme sirkadian (jam alami tubuh) menjadi terganggu. Dan ketika irama sirkadian ini terganggu, hal tersebut membeikan efek buruk pada tubuh dan pikiran Anda. Termasuk mengganggu produksi hormon hingga mengganggu neurotransmitter pada otak Anda. Ada beberapa hal yang dapat terjadi pada otak Anda akibat waktu tidur yang kurang.

Penelitian dilakukan terhadap peserta dengan mengurangi waktu tidurnya selama 32 jam. Setelah itu menguji kemampuan pada berbagai aspek pemikiran. Hasilnya, secara signifikan mereka menjadi lebih buruk pada kelancaran, fleksibilitas dan orisinalitas.

Pikiran kreatif juga menjadi lebih buruk dan tidak berjalan dengan baik. Memiliki waktu tidur yang cukup mampu menjaga kreativitas seseorang. Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk membandingkan tingkat kreativitas seseorang berdasarkan waktu tidur mereka.

Kurangnya tidur dapat memengaruhi segala hal, termasuk kognisi Anda. Memiliki waktu tidur yang kurang akan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan banyak tugas. Kurang tidur juga terbukti berdampak negatif pada fungsi kognitif, seperti perhatian dan memori kerja.

Sebuah penelitian menemukan bahwa hanya sedikit Anda kurang tidur (hilang dua jam tidur per malam selama 14 malam), dapat membuat peserta penelitian memperlihatkan kinerja yang buruk pada tugas tertentu di mana melibatkan perhatian dan ingatan jangka pendek.

Tidak memiliki tidur yang nyenyak malam hari dapat membuat tubuh Anda merasa lelah pada hari berikutnya. Efek lelah ini juga terjadi pada otak. Sebuah studi pada 2017 menemukan bahwa kurang tidur sebenarnya dapat memperlambat aktivitas sel otak Anda, membuat Anda tidak dapat berfungsi atau berpikir seperti biasanya.

Otak Anda seperti tubuh, bergantung pada momen tidur untuk mengisi ulang, bersantai, dan beristirahat. Jika otak Anda merasa lelah, komunikasi atau bersikap seperti biasanya akan sulit dilakukan.

Tidak hanya masalah depresi yang dapat membuat sulit tidur. Sebaliknya, kurang tidur (atau terlalu banyak tidur) juga dapat memicu gejala depresi. Bahkan, memperburuknya. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatry pada 2006 mengungkapkan, mereka yang durasi tidurnya kurang dari enam jam, dan mereka yang durasi tidurnya delapan jam atau lebih, cenderung lebih tertekan daripada mereka yang durasi tidurnya antara enam dan delapan jam. ** Baca juga: Agar Berat Badan Terkontrol, Ikuti Waktu Mengemil yang Tepat

Saat Anda tidak cukup tidur, bagian-bagian dari otak Anda yang bertanggung jawab membuat keputusan akan bermasalah. Sebuah studi pada 2017 menemukan bahwa orang yang tidur lima jam dibandingkan delapan jam dalam satu harinya, akan mulai membuat pilihan yang lebih impulsif dan lebih berisiko. Kemungkinan membuat keputusan yang impulsif berpengaruh dari banyaknya waktu tidur yang mereka dapatkan. ** Baca juga: Europixpro Door, Produk Anak Negeri Berkualitas Dunia

Jadi, cukupkan waktu tidur Anda, ya.(ilj/bbs)