oleh

Gugun Si Pembantai Keluarga Kekasih Peragakan Cara Membunuh

Kabar6-Kasus pembunuhan yang dilakukan Gugun Gumilang (27) terhadap 3 anggota keluarga mantan kekasihnya di Jalan Bungur III, RT 06 RW 06 Nomor 184, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, memasuki babak baru.

Hari ini, Jumat (30/5/2014), polisi melakukan rekonstruksi kasus pembataian sadis yang menewaskan pasangan suami istri, Dukut (54) dan Herawati (50) serta Prasetyo (14), anak bungsu pasangan tersebut.

Pada rekonstruksi yang digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekaligus rumah korban, Gugun memeperagakan 45 adegan yang menyebabkan tewasnya ketiga korban.

“Rekontruksi bertujuan memperjelas fakta sekaligus mencocokan keterangan tersangka dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” ujar Kasat Reskrim Polres Metropolitan Tangerang, AKBP Sutarmo.

Dari rangkain peragaan adegan yang dilakukan tersangka Gugun, ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan BAP. “Karena peristiwanya sudah satu bulan lalu, maka ada beberapa adegan yang tersangka lupa,” ujar Sutarmo.

Diketahui, Gugun membantai pasangan suami istri, Dukut dan Herawati, serta Prasetyo (14), anak bungsu pasangan tersebut pada Selasa (29/4/2014) siang lalu.
Pemuda warga Griya Sangiang, Kelurahan Priuk, Kota Tangerang itu murka, setelah mengetahui asmaranya dengan Dewi (24), anak tertua korban, tidak mendapat restu.

Namun, sebelum kabur meninggalkan lokasi, pelaku dipergoki oleh Bagus (15), putra kedua pasangan Dukut dan Herawati, yang baru saja pulang dari sekolah. **Baca juga: Begini Kronologis Pembantaian Satu Keluarga Versi Gugun.

Merasa aksinya akan terbongkar, pelaku juga sempat berupaya membunuh Bagus, dengan memukul kepala remaja itu menggunakan kunci inggris. Namun, Bagus yang telah terluka dikepala tetap memberikan perlawanan sambil berteriak minta tolong.

Teriakan itulah yang kemudian didengar warga hingga berdatangan ke lokasi. Pelaku yang sempat naik ke atap rumah, akhirnya berhasil diringkus dan sempat dikeroyok warga, sebelum akhirnya diamankan polisi.

Sesaat setelah pelaku ditangkap, barulah diketahui bila ternyata pelaku sudah membunuh tiga nyawa. Jenazah Dukut ditemukan kaku bersimbah darah di dalam kamar yang berada di lantai 2 rumah. Wajahnya tampak mengalami luka serius.

Sedangkan jenazah Herawati dan putranya Prasetyo ditemukan di dapur, dalam posisi terlungkup. Herawati menderita luka di bagian leher yang diduga akibat sayatan benda tajam. Sedangkan Prasetyo menderit aluka di wajah dan kepala.

Sementara, dari tangan pelaku, polisi menyita uang tunai sebesar Rp. 6 juta, kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) serta handphone milik Herawati yang tergeletak diatas meja.

Akibat perbuatan tersebut, Gugun dijerat pasal berlapis. Yaitu pasal 340 tentang pembunuhan berencana, junto pasal 338 tentang pembunuhan dan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. Atas ketiga pasal tersebut, Gugun terancam hukuman mati.(ali)

Berita Terbaru