oleh

Gerakan Kebersihan di Lebak Ala Tagana Banten

Kabar6-Tagana Banten bersama 2500 unsur Tagana dan praktisi kemanusiaan berkumpul di lapangan Kampung Binuangen, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam Lebak pada 14-15 September 2013. Masyarakat setempat diajak agar memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan penanggulangan bencana.

Selain memberikan pelatihan kebencanaan, Tim Tagana juga berinteraksi dengan masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan.

“Selain mengajak warga bersih-bersih lingkungan, kita juga mengasah kemampuan Tim Kampung Siaga Bencana di Wanasalam Lebak dalam pelaksanaan tugas penanggulangan bencana melalui latihan-latihan, lomba ketangkasan, dan cerdas cermat penanggulangan bencana,” kata Kordinator Tagana Banten H Andika Hazrumy, Minggu (15/9/2013).

Ia menjelaskan, Tim Kampung Siaga Bencana (KSB) merupakan warga binaan Tagana di level masyarakat yang perlu di-support agar terus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap persoalan kebencanaan.

“Kita mengajak dan merangkul mereka melalui sharing dan berbagi pengetahuan tentang penanggulangan bencana, salah satunya Tim KSB di Wanasalam Lebak,” papar Andika.

Andika berharap, relawan Tagana harus tetap kuat secara fisik dan mental, karena ke depan Tagana tidak hanya berbicara kebencanaan fisik seperti banjir dan longsor. Namun, Tagana harus mampu melihat kebencanaan dalam konteks lebih luas seperti bencana sosial akibat narkoba.

“Itu makanya Tagana tidak sungkan bersinergi dengan lembaga sosial seperti BNN untuk bahu membahu memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” terang anggota DPD RI ini.

Dalam kegiatan pembinaan KSB di Kampung Binuangen yang digelar, secara khusus Andika mengajak masyarakat agar menjaga lingkungan dan tidak menggunduli hutan.

“Mereka kita motivasi untuk turut aktif dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan tempat tinggal mereka, kita ajak mereka melaksanakan penanaman pohon dan bergotong royong membersihkan lingkungan sebagai upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana,” jelas Andika.

Adapun elemen penggiat sosial lain yang terlibat dalam acara pembinaan KSB tersebut, Tagana Banten bergandengan tangan dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Badan Narkoba Nasional (BNN) Provinsi Banten.

“Untuk itu kami berterima kasih kepada dua elemen penggiat sosial ini, seperti BNN yang telah melaksanakan sosialisasi tentang bahaya narkoba dan pencegahannya, karena Tagana juga memandang narkoba sebagai bencana sosial yang harus ditangani,” ucap Andika.(rani)

 

Berita Terbaru