oleh

Georgia, Si Putri Tidur dari Australia

Georgia Green.(advan.oomph)
Georgia Green.(advan.oomph)

Kabar6-Kisah Putri Tidur atau Sleeping Beauty, ternyata bukan hanya cerita dalam dongeng anak-anak. Di Adelaide, Australia, seorang gadis bernama Georgia Green, ternyata dijuluki juga sebagai sang Sleeping Beauty.

Rupanya, gadis berusia 19 tahun itu menderita penyakit langka yang disebut sindrom Kleine-Levin (KLS). Dikutip dari viva.co.id, penyakit itu membuat Green bisa tidur dan tidak bangun hingga 10 hari.

“Ketika penyakit itu menyerang, saya bisa tidak bangun hingga 10 hari,” kata Green, dilansir Daily Mail.

Menurut Green, tidak ada gejala jelas yang menyertai datangnya si penyakit. Menurutnya, hanya ada perasaan sedikit pening dan tahu-tahu dirinya sudah tertidur.

Awalnya keluarga Green tidak tahu apa yang terjadi dengan anak mereka. Setelah melalui serangkaian tes, mulai dari tes darah, MRI dan pindai otak, juga beragam pengobatan, akhirnya Green didiagnosa menderita KLS.

Penyakit langka ini diketahui hanya menyerang satu dari sejuta orang. Para pengidap KLS umumnya tiba-tiba terlelap dalam jangka waktu 12-18 jam, dan selalu merasa seperti hendak tertidur sepanjang waktu.

Saking takutnya tiba-tiba jatuh tertidur dan tidak bangun lagi, imbasnya Green jadi menderita insomnia.

“Saya takut tidur,” kata dia.

Setelah selama 10 hari tertidur, Green butuh dua hari untuk kembali merasa normal. Karena itulah terpaksa Green memilih keluar dari sekolah karena dia banyak kehilangan jam belajar.

Green juga kerap mengalami rasa kalap terhadap makanan juga perubahan mood yang sangat cepat. Sejak didiagnosa, Green sudah mengalami 35 kali serangan, yang membuat dia kehilangan satu tahun dari hidupnya.

“Saya ingin punya hidup normal, saya merindukan teman-teman saya. Sindrom ini menghancurkan hidup saya,” ujarnya.

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati penyakit langka tersebut.

KLS pertama kali diidentifikasi oleh ahli saraf asal Jerman Will Kleine pada 1925, dan psikiater Amerika Serikat Max Levin pada 1936. ** Baca juga: Aneh, di Australia ditemukan “Ular” Punya Tangan

Mereka yang mengalami sindrom ini bisa tertidur dalam waktu yang cukup lama, dari hitungan hari hingga bulan. KLS umumnya menyerang anak-anak dan remaja, dan gejalanya mulai berkurang di usia 30-an.(ilj/bbs)

Berita Terbaru