oleh

Geng Perampok Bank di Brasil Ikat Sandera di Atas Mobil Mereka Agar Bisa Melarikan Diri

Kabar6-Warga di kota Aracatuba, Sao Paulo, Brasil, mendadak gempar setelah sebuah geng perampok melakukan aksi ‘tergila’ mereka dengan menggasak tiga bank serta menanam bom di berbagai sudut kota.

Lebih mengerikan lagi, melansir Newsky, geng perampok tersebut mengikat para sandera di atas 10 mobil mereka sebagai ‘tameng hidup’ untuk melarikan diri. Sedikitnya tiga orang tewas, termasuk satu tersangka perampok dan satu orang terlihat merekam ulah geng tersebut. Polisi mengatakan, sekira 20 orang mengambil bagian dalam perampokan tiga bank itu.

Seorang pengendara sepeda berusia 25 tahun dilaporkan terluka parah ketika salah satu bom yang ditanam oleh geng itu meledak saat dilewati. Kedua kaki korban dikabarkan harus diamputasi di rumah sakit.

Sekretaris eksekutif polisi militer Sao Paulo bernama lvaro Camilo, telah memperingatkan orang-orang untuk tidak meninggalkan rumah mereka sampai semua jebakan bom ditemukan dan dinonaktifkan. Diperkirakan, bom dapat dipicu oleh panas atau gerakan.

Rekaman video aksi dari para perampok menunjukkan, para korban diikat di atap dan kap 10 mobil saat geng tersebut melarikan diri. Salah seorang sandera terlihat berdiri melalui sunroof salah satu mobil, dengan tangan terangkat ke udara. Taktik mengerikan itu rupanya dirancang untuk mencegah polisi melepaskan tembakan.

Dalam sebuah wawancara di televisi, Wali Kota Aracatuba bernama Dilador Borges menyebut langkah itu ‘mengerikan’. Borges mengatakan, para petugas polisi menahan diri untuk menembak begitu menyadari para perampok telah mengikat orang-orang di kendaraan mereka.

“Polisi tidak mendekat karena mereka melihat para sandera. Tragedi itu bisa saja jauh lebih buruk,” ujar Borges. ** Baca juga: Macan Tutul Terkam Model Cantik Saat Sesi Pemotretan di Jerman Timur

Diketahui, lebih dari 350 polisi dan dua helikopter telah dikirim untuk melacak geng tersebut. Polisi mengungkapkan, tiga tersangka telah ditangkap. Rekaman yang diposting oleh jurnalis Brasil, Yuri Macri, menunjukkan orang-orang itu melemparkan uang tunai ke seorang tunawisma.

Para penjahat juga menggunakan drone untuk memantau polisi saat perampokan berlangsung. Dikatakan Borges, polisi terus memburu para perampok yang masih buron setelah mereka melarikan diri ke pedesaan.

Borges menambahkan, polisi terpaksa mundur ketika peristiwa mematikan itu terjadi, karena mereka khawatir lebih banyak orang akan terbunuh. Pasukan keamanan telah mengambil alih kota setelah kejahatan mengerikan itu.(ilj/bbs)

Berita Terbaru