oleh

Gak Nyangka, Zat yang Bikin Lawan Jenis Ngebet pada Anda Itu Terletak di Ketiak

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Feromon adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada jantan maupun betina. Sejumlah peneliti dari Huddinge University Hospital, Swedia, pernah melakukan penelitian terhadap reaksi otak 12 pasangan yang disuguhi bebauan senyawa sintetik mirip feromon.

Hal yang mengejutkan, bebauan tersebut langsung memancing reaksi hormon estrogen pada responden wanita dan hormon testosteron para responden pria. Reaksinya yang muncul beragam, mulai tertarik/naksir hingga berahi.

Aroma tubuh pada wanita yang khas akan keluar di masa subur, ketika sel telur keluar dan siap dibuahi oleh sel sperma. Sementara pada pria, aroma tubuh terbanyak diproduksi saat sperma mengalami puncak kesuburan, saat sperma benar-benar siap untuk membuahi.

Feromon wanita dapat menyebar dari satu ruangan ke ruangan yang lain atau berdaya jangkau luas. Sedangkan feromon pria membutuhkan kontak langsung agar terasa pengaruhnya.

Disebutkan dalam penelitian, feromon pada pria dipancarkan dalam bentuk bau alamiah tubuh. Bau itu mungkin tercium atau terserap oleh lawan jenisnya melalui kulit, misalnya selama kontak seksual.

Nah, tahukah Anda bahwa bau feromon itu ada pada bau ketiak? Dikutip dari Intisari, bau ketiak berkembang sejalan dengan bertambahnya umur dan kematangan seseorang.

Sebelum masa pubertas, keringat seseorang tidak berbau. Hal ini merupakan petunjuk biologis bahwa saat itu kita memang tidak membutuhkan sinyal untuk dilontarkan pada lawan jenis, sebelum betul-betul siap untuk dibuahi atau membuahi.

Tentu saja, ketika remaja atau dewasa, senyawa itu akan bercampur dengan keringat. Namun senyawa kimia itu akan memisahkan diri dari bau keringat pada saat tubuh kita berpeluh dan langsung aktif pada masa-masa subur. Produksinya melimpah pada masa subur dan akan menurun drastis sewaktu saat masa menopause. ** Baca juga: Pantang Ucapkan Kalimat Ini Saat Bercinta

Konon feromon juga ada di sekitar kuping, hidung, dan mulut. Namun soal feromon pada tubuh manusia memang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Tanda-tandanya ada, tapi belum bisa diisolasi dari tubuh manusia.(ilj/bbs)

Berita Terbaru