Frekuensi Curah Hujan Pengaruhi Titik Banjir di Tangsel

Akibat kemarau panjang, debit air Sungai Cisadane terus menyusut (iqmar)
Tanggul kali Angke yang jebol di Pondok Aren diperbaiki.(ist)

Kabar6-Sebaran titik dan debit ketinggian genangan banjir di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tahun ini berbeda dari sebelumnya.

Meski begitu, perbaikan dan peningkatan infrastruktur dianggap tidak terlalu signifikan mengurangi banjir di tujuh wilayah kecamatan yang ada di Tangsel.

“Memang berbeda banjir yang sekarang. Faktor utamanya karena intensitas curah hujan tahun ini lebih berkurang,” kata Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, Uci Sanusi, Minggu (13/3/2016).

Rendahnya curah hujan, Uci bilang, berpengaruh terhadap potensi terjadinya banjir.‎ BPBD Kota Tangsel mencatat, per Maret 2015 lalu ada 19 titik lokasi tergenang banjir.

Namun periode tahun berikutnya hanya ada tujuh titik lokasi tergenang banjir. Diantaranya, Kampung Bulak di Kecamatan Pondok Aren dan Bukit Pamulang Indah sebanyak dua kali. Sisanya di Jalan Kemuning, perumahan Reni Jaya di Kecamatan Pamulang. **Baca juga: Warga Taman Kirana Surya Gerebek ABG Pesta Miras.

Banjir yang mengenangi pemukiman warga dan akses jalan umum disebabkan oleh luapan saluran Kali Angke dan Kali Kedaung yang melintasi kawasan tersebut. **Baca juga: Senggol Klakson, Pelaku Curanmor Sekarat Dikeroyok Warga Tangsel.

“Lintas SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) telah banyak melakukan upaya. Salah satunya penanganan prabanjir dan pascabanjir,” klaim Uci. **Baca juga: PP PCI Gelar Liga Mahasiswa Di Puspiptek Serpong.

Alhasil, kecenderungan yang melanda sejumlah titik wilayah ‎rawan langganan banjir sekarang ini lebih cepat surut.(yud)