oleh

Fakta-fakta Banjir di Lebak yang Kerugiannya Diperkirakan Hampir Rp5 Miliar

Kabar6-Sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak terendam banjir setelah hujan lebat mengguyur selama semalaman, pada Senin malam hingga Selasa (14/9/2021) dini hari. Rangkasbitung menjadi wilayah yang terparah terdampak.

Selain permukiman warga, banjir juga merendam sejumlah ruas jalan di wilayah perkotaan dan merusak sejumlah rumah warga akibat tanah longsor.

**Baca juga: BRIN Bangun Rumah Tahan Gempa di Lebak

Berdasarkan perhitungan, kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai Rp4,8 miliar. Kerugian dihitung melihat seberapa kerusakan infrastruktur, rumah rusak, peralatan rumah tangga yang terendam banjir. Kerugian terbesar yakni aktivitas ekonomi yang lumpuh akibat banjir.

Berikut beberapa fakta mengenai banjir di Lebak, pada Selasa (14/9/2021).

1. Hujan Ekstrem

Banjir yang merendam sejumlah wilayah Lebak setelah dilanda hujan ekstrem. Di pos pemantauan curah hujan di Rangkasbitung, curah hujan mencapai 194 millimeter per hari.

“Curah hujan di Leuwidamar sebagai hulu Sungai Cisimeut yang mengalir ke Sungai Ciujung dan Ciberang itu mencapai 174 millimeter per hari. Cileles sebagai hulu Ciujung curah hujannya mencapai 148 millimeter per hari. Jadi hujan yang terjadi pada tanggal 14 September kemarin adalah hujan ekstrem,” ungkap Kepala BPBD Lebak Febby Rizky Pratama, Rabu (15/9/2021).

2. Drainase Buruk

Wilayah perkotaan Rangkasbitung menjadi wilayah terparah terdampak banjir kemarin. Salah satu penyebab banjir di Rangkasbitung karena sistem drainase yang buruk.

“Salah satunya karena kondisi buruknya drainasenya yang menuju ke Sungai Ciujung di Jalan ByPass. Drainasenya dangkal lalu terjadi sedimentasi,” ucap Febby.

3. Ribuan Rumah Terendam dan Ratusan Jiwa Mengungsi

Data tercatat di BPBD Lebak pada Rabu (15/9) sore, banjir yang terjadi di lima kecamatan (Rangkasbitung, Kalanganyar, Cibadak, Cikulur dan Leuwidamar) merendam 1.273 rumah dan menyebabkan 400 jiwa harus mengungsi.

4. Tiga Pompa Dikerahkan

Untuk mengatasi banjir yang masih sulit surut di permukiman warga, BPBD mengerahkan 3 unit pompa. Tiga
unit pompa tersebut dikerahkan ke titik-titik lokasi banjir yang mengalami ketinggian air cukup parah dan sulit surut.

“Kami arahkan untuk membantu di lokasi yang ketinggian air cukup parah dan sulit surut,” ujar Febby.

5. Satu Orang Meninggal

Seorang kakek bernama Asmawi (76) warga Cijoro Pasir, Rangkasbitung meninggal dunia setelah hanyut terbawa arus Sungai Cikambuy yang meluap pada Senin (13/9) malam. Jasad Asmawi ditemukan keesokan harinya.

“Korban lagi berusaha menyelamatkan padi yang sudah diarit di area sawah yang saat itu kondisinya sedang
diterjang banjir,” kata Kapolsek Rangkasbitung, Iptu Pipih Iwan.

6. Seleksi Calon PPPK Guru Diundur

Banjir menyebabkan tes seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) untuk pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK) Guru yang diikuti 280 peserta di SMKN 1 Rangkasbitung batal dilaksanakan karena sekolah tersebut tak luput dari banjir, Selasa (14/9)

Panitia memutuskan pelaksanaan tes diundur.

“Iya betul (Diundur karena banjir). Informasi dari panitia pusat, (Tes) akan dilakukan pada hari Jumat atau Sabtu,” kata Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan (Dindik) Lebak, Hidayatullah.(Nda)

Berita Terbaru