oleh

Energen Canangkan Gerakan Nasional Sarapan Sehat

Kabar6-Tujuh dari 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan, yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk menangkap pelajaran dan melakukan aktivitas fisik. Pentingnya sarapan juga dipertegas dalam peraturan Menteri Kesehatan nomor 41 tahun 2014, tentang pedoman Gizi Seimbang.

 

Untuk itu, dalam rangka mensosialisasikan pesan Kementerian Kesehatan, sekaligus memanfaatkan momentum Hari Kesehatan Nasional, Pergizi Pangan bersama Energen-Mayora Nutrition kembali mencanangkan gerakan “Ayo Sarapan Sehat Sebelum Jam 9”.

 

Puncak acara Gerakan Nasional Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 diselenggarakan hari ini, 29 November 2015, di GOR Ahmad Yani Tangerang.

 

Event ini merupakan rangkaian acara dari sebelumnya yang telah sukses diselenggarakan Maret 2015, dan diikuti oleh 25.000 peserta yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Makasar.

 

“Kegiatan ini kembali kami adakan dengan mengajak 35.000 peserta di empat kota, yakni Tangerang, Semarang, Malang dan Samarinda. Ini merupakan wujud komitmen Energen untuk memerangi masalah kekurangan gizi saat sarapan,” tutur M.T. Assyaukani, Brand Manager Energen.

 

Diharapkan, semakin banyak keluarga yang terbiasa sarapan sehat dengan jenis sarapan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, seperti pada susu, telur, sereal dan sigmavit, yang terdapat dalam kandungan Energen. ** Baca juga: Jelang Liburan, Living World Hadirkan Xcitement Xenter

 

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Hardiansyah, MS., Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, menegaskan kembali pentingnya sarapan. Dikatakan, sarapan sehat bukan hanya sekadar mencegah rasa lapar, tetapi juga harus memenuhi seperempat gizi harian yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

 

Baiknya sarapan pagi dilakukan sebelum jam 9, karena tubuh anak memerlukan penambahan energi setelah berpuasa 8-10 jam pada saat tidur. Kebiasaan sarapan sehat setiap hari pada anak terbukti membantu anak fokus belajar dan berprestasi.(asri)

Berita Terbaru