oleh

Empat Suku Pemburu Kepala Manusia yang Pernah Ada

Maori, Selandia Baru.(bbs)
Maori, Selandia Baru.(bbs)

Kabar6-Beberapa suku primitif pada masa lalu sering melakukan ritual berburu kepala manusia. Biasanya mereka memenggal kepala musuh yang sudah meninggal, untuk meningkatkan eksistensi dan derajat.

Pada beberapa suku, praktik ini juga digunakan untuk ritual violence, menunjukkan maskulinitas, dan kanibalisme. Suku mana saja yang memiiki ritual memburu kepala manusia? Dikutip dari Boombastis, berikut uraiannya:
1. Iban (Dayak Laut), Kalimantan
Suku ini menempati kawasan pesisir dan kerap melakukan perluasan wilayah dengan melakukan perang yang sangat sengit. Dalam perang, biasanya orang Iban kerap melakukan pemenggalan kepala lawan. Hal ini dilakukan untuk menaikkan reputasi dan juga wujud dari kemaskulinan dari seorang pria.

Praktik dari pemenggalan kepala atau dalam bahasa setempat disebut dengan nama ngayau ini mulai menghilang seiring dengan masuknya bangsa-bangsa dari Eropa.

2. Maori, Selandia Baru
Suku Maori yang ada di Selandia Baru juga memiliki satu kebiasaan di mana kepala dari musuh adalah sebuah aset yang berharga. Kepala itu nantinya akan dikeluarkan otak dan kepalanya lalu menggunakan tengkoraknya untuk merokok.

Kebiasaan ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu meski sekarang sudah berkurang atau bahkan tidak ada. Saat Prancis berhasil sampai ke kawasan Selandia Baru, mereka sempat membawa deretan kepala atau mokomakai. Kepala manusia yang dipenggal ini seperti dijadikan suvenir untuk dibawa kembali ke Eropa.

Shuar, Peru & Ekuador.(bbs)
Shuar, Peru & Ekuador.(bbs)

3. Aztec, Meksiko
Di Aztec kepala dari musuh akan disusun menjadi sebuah rak dengan menusuk beberapa lubang di tengkorak. Hasilnya jejeran tengkorak yang sangat banyak tersaji sebagai bukti kehebatan suku tersebut.

Nama dari rak yang digunakan untuk menyusun kepala-kepala adalah tzompanti. Praktik pembuatan tzompanti ini sudah dimulai pada abad ke-7 hingga abad ke-13.

Salah satu penguasa dari Aztec yang bernama Andres de Tapia bahkan memiliki sebuah tzompanti dengan jumlah tengkorak mencapai 136.000 buah yang sebagian besar berasal dari ritual pengorbanan dan musuh saat perang.

4. Shuar, Peru & Ekuador
Suku Shuar berasal dari dataran Ekuador dan Peru, hidup di kawasan hutan Amazon yang masih sangat terpencil. Suku ini juga dikenal sebagai pemburu kepala.

Bahkan, kepala dari musuh digunakan untuk membuat tsantsa atau hiasan dari kepala manusia yang dikeringkan hingga akhirnya menyusut. Memiliki tsantsa yang banyak artinya seorang pria memiliki kedudukan yang tinggi karena benda ini semacam trofi dalam peperangan. ** Baca juga: Ditemukan, Gulungan Mantra Sihir Usia 2000 Tahun di Serbia

Bagaimana rasanya melihat koleksi kepala manusia yang dipenggal ya?(ilj/bbs)

Berita Terbaru