Empat Mitos Tentang Seks Anal

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Seks anal biasanya mengacu pada tindakan seks yang melibatkan penetrasi Mr P ke dalam anus pasangan. Anus memiliki banyak syaraf sensitif dan dianggap merupakan salah satu zona erotis untuk mendapatkan orgasme.

Ada beberapa kesalahpahaman mengenai seks anal, yang selalu dikaitkan dengan pasangan gay. Padahal, seks jenis ini pun sering dilakukan pasangan heterogen (antara pria dan wanita).

Terlepas dari pro dan kontra, berikut adalah beberapa mitos yang salah mengenai seks anal, dikutip dari dokter.id:

1. Seks anal selalu menyakitkan
Semua sakit yang timbul saat bercinta adalah salah. Kuncinya terletak pada penggunaan lubrikan/pelumas. Tidak seperti vagina, anus tidak dapat memproduksi lubrikannya sendiri, untuk itu gel lubrikan sangat penting saat melakukan seks anal.

2. Seks anal tidak memerlukan kondom
Meskipun seks anal dapat mencegah risiko terjadinya kehamilan, bukan berarti tidak memerlukan kondom. Seks anal yang tidak menggunakan kondom akan menempatkan Anda dalam risiko tinggi terkena penyakit menular seksual seperti gonorrhea, chlamidia atau bahkan HIV.

3. Anal seks dapat menyebabkan kerusakan fisik
Banyak orang takut jika anal seks akan menyebabkan luka pada rektum, yaitu bagian akhir dari saluran pencernaan yang membuka ke dalam lubang anus. Pada orang dewasa rektum kira-kira berukuran panjang sekitar 18-20cm. Hal ini dapat diantisipasi dengan penggunaan pelumas/lubrikan.

4. Seks anal hanya dilakukan oleh pria homoseksual
Jangan salah, seks anal juga dilakukan oleh pasangan heteroseksual (suami istri). Peneliti mengatakan, satu dari empat pasangan heteroseksual melakukan seks anal. Dijelaskan, seks anal merupakan salah bentuk seks dan tidak ada hubungannya dengan jenis orientasi seksual seseorang. ** Baca juga: Intip Titik Erotis Pria

Meskipun demikian, sebaiknya Anda dan pasangan berpikir kembali jika ingin melakukan seks anal, karena berisiko tinggi terkena penyakit seksual.(ilj/bbs)