oleh

Eks Karyawan Batavia Air Geruduk Gudang Bandara

Kabar6-Puluhan eks karyawan debitur Batavia Air melakukan aksi unjuk rasa di Pergudangan Bandara Mas, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (16/4/2014).

Dalam aksinya, mereka menuntut kepada kurator untuk memasukan gedung yang berada di Jalan Juanda, Jakarta dan gudang logistik di Bandara Mas, dalam daftar boedek pailit agar para eks karyawan PT Metro Batavia (dalam pailit) mendapatkan kepastian pembayaran pesangon.

Pasalnya, sejak dinyatakan pailit pada 30 Januari 2013 lalu, pemberesan boedel pailit yang dilelang oleh kurator untuk pembayaran hutang para kreditur menemui banyak kendala.

Odie Huditanto, kuasa pekerja mengungkapkan, hal tersebut tentu saja sangat meresahkan eks karyawan. Sebab, jika dibiarkan, maka pesangon untuk para karyawan hanya berupa impian belaka.

“Spare part yang di klaim PT Metro Batavia bernilai sekurangnya 200 milyar. Yang mengejutkan lagi, Nurmelinda, salah satu kepercayaan debitur yang ditugaskan untuk menjaga gudang spare part itu secara mendadak berhenti pada 3 Maret 2014 kemaren tanpa melakukan serah terima pekerjaan pada kurator. Dan diikuti juga oleh 12 staf yang di bawa dia,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya juga menuntut pertanggungjawaban Nurmelinda dan para stafnya secara hukum, atas susutnya nilai asset spare part yang sebelumnya di klaim senilai Rp 200 milyar, dan setelah divalidasi diperkirakan hanya kurang dari Rp 50 milyar.

“Kami akan mendatangi pengadilan niaga di Jakarta Pusat pada Rabu 19 Maret 2014 nanti. Untuk meminta kepada hakim pemutus dan hakim pengawas untuk segera memberikan penetapan terhadap asset milik PT Metro Batavia yang tadi disebutkan sebagai boedel pailit,” jelasnya.

Selain itu, mereka juga menuntut kurator untuk segera mencekal pemilik batavia air yaitu Yudiawan Tansari dan keluarganya guna mencegah kerugian lebih lanjut. “agar proses pemberesan pailit cepat selesai,” tegas Odie.

Tidak hanya itu, mereka juga mengancam akan menduduki dan menguasai gedung di Jalan Juanda, Jakarta sampai proses lelang dilaksanakan dengan target penjualan selambatnya di bulan April 2014. **Baca juga: GMP2B Desak Imigrasi Deportasi TKA Ilegal.

“Jika sampai Mei 2014 penjualan seluruh boedel belum mencukupi kewajiban kepada kreditur, terutama untuk pembayaran pesangon, maka kami akan meminta Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri pinjaman dari Bank Muamalat ke PT Metro Batavia,” tutupnya.(Ges)

Berita Terbaru