oleh

Ziqir dan Istighosah Bersama Untuk Bersihkan Diri Jelang Politik

Kabar6-Kelompok pengajian dari DKM Masjid Raudhotul Jannah Komplek PCI, Kota Cilegon Banten, menolak masjid dijadikan alat atau penyebaran politik.

Karena di masjid memandu tempat saling menghormati setiap golongan dan perbedaan, untuk menjalankan ajaran agama Islam.

“Sudah sunnatullahnya ada perbedaan pilihan. Siapapun pilihan kita, semoga Allah SWT memberikan kita keberkahan dan kerukunan, agar kita dapat menghormati pilihan perbedaan tersebut, perbedaan adalah rahmat,” kata KH Hafidz Anshori, dalam isi ceramahnya di gelaran Majelis Istighosah Lintas Bumi, malam tadi, Sabtu (02/02/2019).

Menurutnya, perbedaan politik pasti ada dan harus disikapi secara bijaksana, jangan sampai menimbulkan kebencian antara satu sama lain. Sang Kiyai juga menekankan, agar masjid menjadi tempat bersatunya umat untuk membersihkan diri lahir batin.

“Demokrasi adalah dinamika bangsa Indonesia yang tak terhindarkan. Jika punya pilihan politik yang berbeda, jangan ada yang memaksakan pilihan, kita saling hormati pilihan masing-masing, berbeda adalah sunnatullah, mari kita jaga persaudaraan,” ungkapnya.

Kemudian ia mulai melafalkan hadhorot, yaitu kiriman do’a berupa surat Alfatihah kepada sederet ulama Banten dan para pemimpin besar di Banten yang sudah almarhum seperti Syeikh Nawawi Al Bantani, Abuya Dimyati, Sunan Gunung Jati, dan menyebut beberapa nama Sultan pada masa awal berdirinya Kesultanan Banten.

Lalu zikir yang dimulai setelah sholat isya tersebut berlangsung sampai sekira pukul 23.00 WIB.

Ketua DKM Masjid Raudhotul Jannah Haji Komarudian, selaku tuan rumah yang ditemui usai acara istighosah mengatakan, bahwa para peserta dzikir adalah para Jamaah Majlis Dzikir Lintas bumi yang tersebar d Banten, mereka datang dari wilayah Kab Serang, Kota Serang, dan Cilegon.**Baca juga: Cipkon, Puluhan Miras Disita Polisi di Lebak.

“Jamaah kita berasal dari kota Cilegon dan kota kabupaten sekitarnya,” jelasnya.(dhi)

Berita Terbaru