Dua Jenis Lemak yang Sebaiknya Anda Tahu

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Lemak merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida, fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.

Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.

Sebagian wanita, lemak adalah momok yang menakutkan dan mengarah pada kegemukan. Padahal, tidak semua lemak berefek negatif.

Lemak dibutuhkan tubuh pula, di antaranya adalah menghantarkan vitamin E agar dapat diserap di usus. Lemak juga berfungsi untuk cadangan energi. Asalkan tidak ditimbun dalam jumlah banyak, lemak masih aman.

Apa saja jenis lemak, berikut uraiannya dikutip dari artikeltentangkesehatan.com:

1. Lemak jenuh (saturated fat)
Merupakan lemak yang pada umumnya berbentuk padat. Contoh lemak jenuh adalah mentega, susu murni, minyak kelapa, daging merah, dan minyak sawit. Konsumsi lemak jenis ini harus dibatasi karena akan meningkatkan kolesterol dalam darah, terutama tingkat LDL.

2. Lemak tidak jenuh (unsaturated fat)
Dibagi menjadi dua yaitu lemak tidak jenuh ganda (poly-unsaturated fat) dan lemak tak jenuh tunggal (mono-unsaturated fat).

Manfaat lemak tidak jenuh adalah memperkecil serangan jantung, menaikkan antibodi tubuh dan membantu menurunkan kolesterol LDL.

Lemak tak jenuh tunggal bahkan mampu meningkatkan kadar HDL. Contoh dari lemak tak jenuh ganda adalah ikan dan seafood. Sedangkan lemak tak jenuh tunggal adalah minyak zaitun, minyak canola peanut oil, unggas dan alpukat.

Mengenal jenis lemak penting untuk membantu Anda memilih makanan yang berguna bagi tubuh. Lemak trans merupakan lemak yang berasal dari lemak tak jenuh yang telah mengalam proses hidrogenasi. Contohnya adalah margarine.

Mengonsumsi makanan yang berlemak sah-sah saja, asalkan tetap menjalankan pola hidup sehat yaitu menakar asupannya agar tidak berlebihan kemudian membakar lemak secara berkala minimal dua minggu sekali dengan berolahraga secara teratur.

Jadi, konsumsi buah-buahan dengan kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga perut tidak hanya diisi dengan makanan yang lezat-lezat saja. ** Baca juga: Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memakai Bra

Semoga bermanfaat.(ilj/bbs)