oleh

Ditemukan Jejak COVID-19 pada Daging Babi Beku Asal Brasil di Tiongkok

Kabar6-Kumpulan kemasan daging babi beku dari Brasil yang memasuki sebuah distrik di Provinsi Shandong, Tiongkok wilayah timur, disebut terkontaminasi COVID-19.

Pemerintah setempat pun mendesak warganya yang bersentuhan dengan babi untuk melapor ke pihak berwenang. Namun, melansir Detikhealth, tidak disebutkan dari perusahaan Brasil mana yang mengimpor daging babi beku terkontaminasi COVID-19. Temuan COVID-19 pada kemasan makanan beku itu terdapat pada salmon hingga sayap ayam.

Tak sedikit orang yang khawatir apakah ada kemungkinan risiko penularan COVID-19 melalui makanan. Seorang ahli sempat berpendapat, penularan COVID-19 melalui makanan terbilang kecil. Terlebih jika masyarakat terbiasa mencuci tangan usai memegang berbagai permukaan.

“Orang-orang tidak perlu terlalu khawatir jika mereka mencuci tangan atau membersihkan tangan setelah memegang sebelum menyentuh wajah,” kata Dr Niket Sonpal, seorang ahli penyakit dalam dan gastroenterologi di New York dan asisten profesor di Touro College of Medicine.

Sama halnya, WHO memastikan COVID-19 tak mungkin ditularkan melalui makanan. Sebaliknya, pernyataan berbeda datang dari CDC Tiongkok. Disebutkan, makanan yang terkontaminasi COVID-19 bisa menularkan virus dan menyebabkan infeksi COVID-19.

Kesimpulan ini datang saat CDC Tiongkok mendeteksi dan mengisolasi virus Corona hidup pada kemasan luar makanan beku. Studi ini dilakukan sekaligus untuk melacak virus yang dilaporkan pekan lalu di kota Qingdao.

“Penemuan itu, yang pertama di dunia, menunjukkan kemungkinan virus ditularkan dari jarak jauh melalui barang beku,” demikian pernyataan CDC Tiongok.

Namun, dalam hal ini belum ada bukti kasus yang terjadi bahwa penularan COVID-19 bisa terjadi melalui makanan. ** Baca juga: Jangan Remehkan, Sulit Tidur Berpotensi Picu Kenaikan Berat Badan

“Pernyataan terbaru CDC Tiongkok tidak menunjukkan bukti kuat bahwa dua pekerja di Qingdao tertular virus dari kemasan secara langsung, bukannya tertular virus dari tempat lain dan kemudian mencemari kemasan makanan yang mereka tangani,” kata Profesor Jin Dong-Yan, seorang ahli virologi dari Universitas Hong Kong.(ilj/bbs)

Berita Terbaru