oleh

Ditemukan Jejak Buaya Raksasa Berumur 120 Juta Tahun di Korea Selatan

Kabar6-Para ilmuwan menemukan tengkorak besar buaya yang memiliki rahang kuat, penuh dengan gigi tajam. Buaya raksasa itu memiliki tinggi 3,9 meter dengan berat setengah ton, dan hidup 120 juta tahun lalu.

Hal yang mencengangkan, melansir theconversation, hewan buas purba ini disebut berjalan tegak dengan dua kaki seperti manusia. “Itu buaya raksasa. Tidak ada yang mengharapkan buaya yang berjalan di atas dua kaki sebesar itu,” ujar Profesor Martin Lockley, dari University of Colorado Denver.

Diungkapkan, “Tapi, seperti dinosaurus karnivora, mereka juga bisa berburu di perairan dangkal. Mereka mungkin makan apa pun yang tersedia. Mereka berasal dari sekira 110 hingga 120 juta tahun yang lalu. Saya tidak ingin bertemu dengan satu binatang ini. Beratnya mencapai 500 kg dan mungkin tidak memiliki selera humor.”

Buaya yang diidentifikasi dari hampir 110 inci jejak kaki selama penggalian dekat Kota Sacheon di Korea Selatan itu dberu nama Batrachopus grandis. “Temuan ini mengejutkan kami,” kata Profesor Kyung Soo Kim, ketua tim dari Universitas Pendidikan Nasional Chinju, Korea Selatan.

Jejak itu ditemukan saat mereka berpatroli di tepi danau dangkal. “Mereka mengindikasikan panjangnya sekira empat meter. Jejak jalurnya sempit, dan seluruhnya dibuat oleh dua kaki belakang. Ada jejak tumit dan kaki yang jelas di beberapa area,” terang Profesor Lockley.

Detail luar biasa jejak itu memungkinkan rekonstruksi yang dihasilkan komputer. Reptil itu termasuk kelompok batrachopodid, yaitu nenek moyang buaya yang ada pada saat ini. Namun penampakannya tidak seperti buaya pada saat ini.

Buaya purba itu bukan binatang berkaki empat, melainkan berkeliaran dengan dua kaki di iklim sub-tropis yang hangat. Mereka hidup terutama di tanah. Tetapi juga berkelana ke air untuk berburu ikan dan hewan lainnya. ** Baca juga: Kurang Lahan, Singapura Mulai Membangun Kota Bawah Tanah

“Buaya biasa berjalan dalam posisi jongkok dan membuat jalur jejak yang lebar. Ketika dikombinasikan dengan tidak adanya tanda-tanda ekor, menjadi jelas bahwa makhluk-makhluk ini bergerak dengan dua kaki. Mereka bergerak dengan cara yang sama seperti banyak dinosaurus, tetapi jejak kakinya tidak mirip dinosaurus,” terang Profesor Kim.(ilj/bbs)

Berita Terbaru