oleh

Diduga Pro Asing, Mahasiswa Serukan Tarik Mandat Presiden Jokowi

Kabar6-Sebanyak 100 mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, di kawasan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Selasa (10/11/2015).

 

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut Anggota DPR/MPR menggelar Sidang Istimewa (SI), untuk mencabut mandat Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

 

Mahasiswa menilai, dalam menjalankan roda Pemerintahan Jokowi-JK terlalu berpihak kepada asing.

 

“Menuntut agar DPRD Provinsi Banten merekomendasikan kepada DPR-MPR untuk melaksanakan Sidang Istimewa cabut mandat Jokowi-JK,” kata Humas Demonstrasi, Haetami, Senin (10/11/2015).

 

Menurut mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat (ATM) Jokowi-JK ini, menganggap mantan Gubernur DKI Jakarta dan mantan Walikota Solo tersebut telah menjual negara Indonesia kepada pihak asing dan tidak lagi berpihak kepada Rakyat Indonesia yang telah memilihnya sebagai Presiden.

 

“Rezim Jokowi-JK adalah perampas hak-hak rakyat dan telat menindas rakyat Indonesia. Bahkan dia (Jokowi-JK) hanya melayani negara-negara asing,” katanya. ** Baca juga: Hari Pahlawan, Gubernur Banten Kunjungi Keluarga Veteran

 

Mahasiswa yang berisikan dari Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Keluarga Mahasiswa Cibaliung (Kumaung) bertutur bahwa, kekacauan perekonomian Indonesia yang dimulai dengan pelemahan nilai tukar rupiah, terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), hingga merangkaknya angka pengangguran di Indonesia, sebagai salah satu sebab kenapa DPR-MPR harus melaksanakan Sidang Istimewa untuk mencabut mandat Jokowi-JK sebagai Presiden.

 

“Pembangunan infrastruktur disandarkan kepada investor asing yang memang itu hanya untuk mempermudah akses mereka untuk memasifkan dalam pengerukan kekayaan alam di Indonesia. Bukan untuk rakyat indonesia dan semakin masifnya penggusuran lahan produktif petani. Negara kita jelas sudah digadaikan bahkan dijual kepada pihak asing,” tegasnya.(tmn)

Berita Terbaru