Diduga Gangguan Jiwa, Tohiri Dirantai Keluarga

Tohiri (tengah) dirantai oleh keluarganya di Cilegon.(sus)

Kabar6-Aksi pemasungan oleh keluarga ternyata masih terjadi di Kota Cilegon. Tohiri, warga Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, dipasung dengan cara dirantai oleh keluarganya sendiri.

Itu lantaran diduga mengalami gangguan kejiwaan. Mirisnya, istri dan kedua anaknya justru pergi meninggalkan Tohiri.

Ibu Tohiri, Miah mengaku tak memiliki biaya untuk pengobatan anaknya. Karena itu, ia terpaksa merantai kedua tangan Tohiri karena kerap mengamuk.

“Sehari-hari saya cuma jualan di sekolah. Nggak cukup buat berobat. Terpaksa saya rantai, kalau nggak suka ngamuk dan ngomong ngelantur,” kata Miah, Minggu (20/3/2015).

Sejak dirantai, kata Miah, kondisi anaknya mulai membaik. Tohiri mulai jarang mengamuk dan sudah bisa berkomunikasi dengan orang lain. **Baca juga: Airin Sentil Hasil Perbaikan Drainase ‎Kurang Memuaskan.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Samian berharap warganya memperoleh bantuan dari Pemkot Cilegon. Semenjak dipasung, dia belum pernah menerima bantuan dari pihak manapun. **Baca juga: Tahun Ini, Kampung Haji Mulai Dibangun di Kota Tangerang.

“Sekitar enam bulan lalu saya sudah melaporkan kondisi Tohiri ke pihak kelurahan, tapi belum juga ditindaklanjuti. Tohiri juga tidak termasuk sebagai RTS sehingga untuk biaya pengobatan harus mengeluarkan uang pribadi,” katanya.(sus)