oleh

Di Tangsel, 123 Ormas Kedaluarsa dan Tiga Non Aktif

Sarasehan Pemkot Tangsel dan ormas.(yud)

Kabar6-Kelompok atau komunitas warga yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) jumlahnya mencapai ratusan.

‎Pemerintah daerah setempat mengimbau agar para pengurus Ormas terkait bisa segera berkoordinasi dalam upaya akan dilakukannya program pembinaan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Tangsel, Azhar Syam’un Rachmansyah di Serpong, Kamis (23/2/2017).

“Total ormas di Tangsel ini yang terdata ada sebanyak ‎hampir 310 ormas,” katanya.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel itu menyebut, dari 310 ormas berskala nasional dan kedaerahan ‎yang ada, sebanyak 178 diantaranya aktif. Ormas tersebut telah mengantongi izin resmi alias berbadan hukum.

Adapun sebanyak 123 ormas lainnya, izin masa berlaku kelembagaannya sudah habis. “Sudah kedaluarsa. Bahkan, ada tiga ormas yang lainnya dinyatakan non-aktif,” jelasnya.

Meski demikian, ia enggan menyebutkan identitas ormas dimaksud.‎ Azhar berharap, melalui forum resmi ini, seluruh pengurus serta kader ormas-ormas dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Tangsel.

Ormas yang masa berlaku perizinannya sudah kedaluarsa harus segera mengurus legalitas formal badan hukum kelompoknya. “Ormas di Tangsel bisa memberi energi positif kepada masyarakat sesuai dengan AD/ART organisasinya masing-masing,” harapnya.

‎Azhar bilang, tentunya dalam perspektif menciptakan keamanan serta mendukung percepatan pembangunan yang ada di Kota Tangsel.

Di lokasi yang sama, Agus Purnama, Ketua Panitia Sarasehan dalam laporannya mengaku, bahwa acara itu diselenggarakan dalam rangka menyatukan visi dan misi.

Antara Pemkot Tangsel dengan ormas-ormas harus memadukan kerangka berpikir tentang pentingnya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

“Target yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatkan dan menanamkan paham kebangsaan bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Tangsel,” ujarnya.**Baca juga: Teler, Imigran Kulit Hitam di Tangsel Dipukuli‎ Warga.

Implikasinya, bisa meningkatkan semangat rasa kebersamaan serta tanggungjawab sebagai warga, dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.**Baca juga: Banjir, Pengusaha Bengkel di Tangsel Raup Untung.

“Sehingga ‎tercapai lingkungan sosial yang aman dan tentram di lingkungan masing-masing. Khususnya di Kota Tangsel,”‎ tambah Agus.(yud)

Berita Terbaru