oleh

Di Swiss, Hukuman Penjara 5 Tahun untuk Warga yang Sengaja Tularkan Virus COVID-19

Kabar6-Peringatan keras dikeluarkan oleh pemerintah Swiss bagi mereka yang dengan sengaja menyebarkan virus COVID-19. Tidak tanggung-tanggung, mereka yang melanggar akan dikenai hukuman lima tahun penjara.

Peringatan yang diumumkan penyiar publik Radio Television Suisse itu muncul setelah berita beberapa penentang vaksin telah mengorganisir pesta COVID-19, demi mendapatkan sertifikat seperti paspor vaksin untuk yang terinfeksi dan pulih secara alami.

Namun laporan itu tidak mengutip undang-undang khusus. Melansir Express, alasan larangan ketat dikatakan bahwa dengan sengaja terjangkit COVID-19, seseorang meningkatkan risiko penyebaran virus lebih jauh ke orang lain, berpotensi meningkatkan jumlah rawat inap dan kematian. Dokter kanton Neuchatel Claude-François Robert ‘sangat menyarankan agar tidak menginfeksi diri sendiri’.

François Robert mengklaim, tidak ada yang dapat dikendalikan dengan infeksi alami. ** Baca juga: Swinburn, Bocah 12 Tahun dengan IQ 162 yang Disebut Lebih Genius dari Einstein

“Ada 10 kali lebih banyak risiko miokarditis oleh infeksi alami daripada oleh vaksin. Vaksin adalah produk yang aman,” terang François Robert, meyakinkan para skeptis vaksin.

Mulia 20 Desember tahun lalu, di Swiss hanya orang yang divaksinasi dan mereka yang baru saja pulih dari COVID-19 yang dapat mengunjungi restoran, bar, dan fasilitas dalam ruangan lainnya.

Pemerintah mengklaim pembatasan itu dimaksudkan untuk mengurangi risiko orang yang tidak diimunisasi agar tidak terinfeksi karena mereka juga lebih mungkin menularkan virus dan menjadi sakit parah.

Namun, langkah tersebut tampaknya telah menjadi bumerang, menyebabkan peningkatan jumlah orang yang terinfeksi sehingga mereka yang tidak divaksinasi dapat berpartisipasi dalam kehidupan normal.

Skeptis vaksin yang membutuhkan sertifikat infeksi baru-baru ini telah mengorganisir di platform media sosial untuk mencari orang yang terkontaminasi yang dapat menularkan virus COVID-19 kepada mereka.(ilj/bbs)