oleh

Di India, Seorang Guru Spiritual Perintahkan 400 Pria Pengikutnya Lakukan Ritual Kebiri

Kabar6-Seorang guru spiritual di India bernama Gurmeet Ram Rahim Singh, diduga telah meyakinkan 400 orang pria pengikutnya untuk mengebiri kemaluan mereka.

Bukan tanpa alasan, ritual ini dilakukan agar mereka lebih dekat dengan Tuhan. Para pengikut Gurmeet yang kabarnya berjumlah 50 juta di seluruh dunia ini, melansir Standart, telah melakukan proses pengebirian di rumah sakit milik guru spiritual mereka pada 2000 silam.

Gurmeet sendiri disebut memiliki kekayaan bersih Rp3,1 triliun. Ia hidup mewah dan sempat membintangi beberapa film. Sebenarnya, Gurmeet telah lama bermasalah dengan hukum, namun sering lolos dari jeratan hukum.

Pria itu pernah didakwa dengan persekongkolan yang melibatkan pembunuhan seorang wartawan investigasi pada 2002, dan seorang pengikut perempuan mengaku mengalami kekerasan seksual, namun Gurmeet nyaris tidak pernah dihukum.

Saat kasus pengebirian itu dibawa ke Biro Investigasi Pusat India, pengadilan mengumumkan bahwa pengebirian, meskipun konsesual, bukanlah ‘tindakan kejahatan kemanusiaan’, sehingga kasus ini tertunda di pengadilan.

Namun kabar terakhir mengungkapkan, Gurmeet akhirnya dihukum 20 tahun penjara oleh pengadilan dengan dakwaan melakukan perkosaan pada dua murid perempuan. Hakim mengeluarkan hukuman penjara 10 tahun pada masing-masing dua korban Gurmeet yang merupakan pengikutnya.

Vonis hukuman tersebut dibacakan di tengah keamanan yang ketat dalam sebuah penjara di kota utara Rohtak, tempat di mana Gurmeet yang memanggil dirinya sendiri sebagai Dr. Saint Gurmeet Singh Ram Rahim Insan itu sudah ditahan sejak beberapa waktu lalu.

Penahanan itu memicu protes keras oleh para pengikutnya sehingga menewaskan setidaknya 38 orang. Sebuah jam malam diberlakukan di Rohtak dan di kota Sirsa, lokasi asrama bagi pengikut Gurmeet atau ashram yang luas.

Kedua kota tersebut berada di negara bagian Haryana, India Utara. ** Baca juga: Populasi Melebihi Manusia, 5 Pulau yang Dikuasai Hewan

Ribuan polisi, paramiliter dan tentara dikerahkan di kedua kota untuk mencegah terulangnya tindak kekerasan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru