oleh

Dewan Tangsel Curhat Sejawat di DPRD Banten Serobot Aturan KUA-PPAS

Kabar6-Wakil Rakyat yang duduk di kursi legislatif Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sampaikan curahan hati atau curhat secara terbuka. Kalimat yang tersirat sudah lama terpendam ditujukan bukan kepada jajaran aparatur di lembaga eksekutif yang menjadi mitra kerjanya.

“Bang ini harus ada perubahan,” ungkap Wawan Syakir, anggota DPRD Kota Tangsel dari Fraksi Demokrat saat Rapat Kerja DPRD Banten Reses Masa Persidangan ke-II di Balai Kota Tangsel, Kamis (4/3/2021) kemarin.

Ungkapan curhat diarahkan kepada sesama rekan sejawatnya di DPRD Provinsi Banten. Sejak lama para Wakil Rakyat tingkat II merasakan ada banyak kewenangannya dalam menyusun anggaran (budgeting) untuk program dan kegiatan ternyata telah diserobot.

Wawan jelaskan, idealnya penyusunan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) digambarkan oleh Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2020 tentang Penyusunan APBD.

Ia mengklaim sempat menanyakan langsung kepada jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Wawan saat itu mencecar soal berapa persen besaran alokasi dana untuk pengamanan selama pandemi Covid-19. “Tahu-tahunya meleset. Akhirnya defisit,” jelasnya bernada sesal.

Politikus yang melenggang sebagai Wakil Rakyat lewat Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Ciputat itu bilang, keteledoran dalam penyusunan APBD pasti menimbulkan dampak serius.

Pemerintah daerah dalam situasi darurat harus berhutang kepada pihak pengembang. Pengajuan hutang demi bisa menutupi kebutuhan pembiayaan daerah selama pandemi Covid-19.

“MYang lebih bahayanya lagi menurut saya, ini saya curhat ke DPRD provinsi adalah telah diproyeksikan postur APBD Tahun Anggaran 2021 penuh dengan ketidakpastian dari pemerintah daerah tingkat I,” ujar Wawan.

Para elite pusat ditudingnya juga punya andil atas beragam persoalan atas dampak pandemi Covid-19.

Kondisinya semakin diperparah, bahwa setiap hari jumlah angka kasus warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga meninggal dunia terus bertambah.

“Karena ternyata Desember Januari meledak,” sebut Wawan, yang santer digadang-gadang sosok calon kandidat terkuat menjadi orang nomor satu partai berlambang Mercy di Kota Tangsel. **Baca juga: Fasilitas Isoma Warga Tangsel Positif Covid-19 Berkonsep Tenda Glamping

Diketahui, perkembangan data rekapitulasi penyebaran Covid-19 di Kota Tangsel kasusnya berangsur melandai. Sejak memasuki pekan keempat periode Februari 2021 kemarin, statusnya sudah masuk zona orange.(yud)

Berita Terbaru