Kabar6-PDI Perjuangan mengklaim ada 90 persen masyarakat Banten menyukai Ganjar Pranowo sebagai Bacapres. Hal itu dikatakan Ade Sumardi, selaku Ketua DPD PDIP Banten, dihadapan Ganjar, serta ribuan pengurus, kader dan relawan Banteng Merah.
“Saya tidak tahu angka 90 persen itu berasal dari mana, kalau hasil survei, lembaga surveinya apa,” ujar Nawa Said Dimyati, Wakil Ketua DPRD Banten asal Demokrat, melalui selulernya, Selasa (30/05/2023).
Jika melihat hasil Musyawarah Rakyat (Musra) Banten yang dipublikasikan pada 23 November 2022, ada nama Airlangga Hartarto di angka 18,48 persen, Ganjar Pranowo 16,36 persen dan Prabowo Subianto sebesar 15,82 persen.
**Baca Juga: Menangi Pilpres Turki, Anis Matta dan Fahri Hamzah Beri Ucapan Selamat kepada Erdogan
Selanjutnya hasil survei Poltracking yang dipublikasikan pada 15 Desember 2022, ada tiga nama besar yang ada dipuncak, yakni Anies Baswedan 47,6 persen, Prabowo 28,5 persen dan Ganjar Pranowo di angka 16,1 persen.
Pria yang akrab disapa Cak Nawa itu tidak mau mengklaim berapa tingkat kesukaan masyarakat Banten kepada Anies Baswedan sebagai capres ataupun AHY sebagai cawapres.
Dia lebih percaya terhadap hasil survei yang dilakukan lembaga kredibel, berapapun hasilnya, dibanding melakukan klaim semata.
Terlebih, menurut Cak Nawa, saat kedatangan Anies Baswedan dan AHY ke Banten, tidak melakukan mobilisasi massa. Namun masyarakat datang secara sukarela dan mendapat sambutan yang baik.
“Saya belum baca survei terakhir terkait dengan hasil survei khusus Banten untuk Mas AHY dan Mas Anies. Kalau saya melihat kemarin ketika beliau melakukan road show baik Pak Anis, maupun Mas AHY ketum Partai Demokrat, tanggapan masyarakat cukup puas dan natural, meskipun kami tidak melakukan pengerahan massa,” jelasnya.
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPC Kabupaten Tangerang itu menerangkan, dalam politik ada namanya klaim politik. Sehingga, kalau itu hanya klaim sepihak tanpa dasar yang jelas, tidak perlu ditanggapi secara serius.
“Kalau hanya sekedar klaim, saya pikir tidak perlu ditanggapi. Kan biasa dalam politik Ini ada istilah political claim,” terangnya.(Dhi)