oleh

DD Diatur, Desa Sulit Bangun Infrastruktur

Kabar6-Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Lebak meyakini di tahun 2022 desa bakal sulit membangun infrastruktur fisik.

Sekretaris Apdesi Lebak Usep Pahlaludin mengatakan, infrastruktur sulit dibangun karena sebagian dana desa (DD) dialokasikan untuk penanganan dan penanggulangan dampak Covid-19.

Hal itu setelah terbitnya Perpres 104 Tahun 2021 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Sebesar 68 persennya alokasi DD tahun 2022 diatur Presiden, yakni 40 persen untuk bantuan langsung tunai (BLT), 20 persen untuk ketahanan pangan dan 8 persen untuk penanggulangan Covid-19.

“Sisanya 32 persen itu sudah dialokasikan untuk kebutuhan yang baku baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung dalam APBDes. Saya meyakini akan sulit bagi desa untuk membangun fisik dengan sisa anggaran itu,” kata Usep kepada Kabar6.com, Senin (27/12/2021).

Karena menurut kepala desa Sangiang Jaya ini, semangat pemerintah adalah bagaimana membangun sumber daya manusia dengan cara melawan pandemi.

**Baca juga: Smart Village Kemendes, Apdesi Lebak: Mimpi Sebelum Tidur

Maka dari itu beberapa waktu lalu, Apdesi berunjuk rasa karena merasa pemdes dalam posisi yang serba sulit dan dilema.

“Di satu sisi kita harus berupaya menjaga kesehatan masyarakat dari Covid-19, tapi di sisi lain kami juga dituntut untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang juga jadi kebutuhan dasar masyarakat,” terangnya.(Nda)