oleh

DBMDA Tangerang Imbau Kontraktor Lengkapi Proyek Rambu Lalin

Kepala DBMSDA Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto.(yud)

Kabar6-Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, mengimbau seluruh pemborong agar memasang rambu- rambu lalu lintas dilokasi proyek yang mereka kerjakan.

Hal ini, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan selama proses pembangunan proyek jalan dan jembatan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pembangunan DBMSDA Kabupaten Tangerang, Muhammad Solahudin mengatakan, pemasangan rambu-rambu lalu lintas dilokasi proyek pembangunan jalan dan jembatan memang wajib dilakukan oleh para pemborong.

Pasalnya, rambu- rambu peringatan itu dinilai memiliki manfaat cukup tinggi untuk menghindari munculnya kecelakaan lalu lintas.

“Dengan begitu, proses pelaksanaan pembangunan bisa berjalan lancar dan warga sebagai pengguna jalan juga dapat mengetahui bahwa dilokasi itu ada proyek perbaikan jalan dan jembatan, sehingga angka kecelakaan bisa diminimalisir,” ungkap Solahudin, kepada Kabar6.com, Senin (29/8/2016).

Selain imbauan pemasangan rambu lalu lintas, kata Solahudin, pihaknya juga menyarankan para pelaksana proyek, untuk memasang papan proyek.

Itu bertujuan, supaya masyarakat mengetahui pengalokasian uang mereka yang telah dibayarkan ke daerah melalui pajak.

“Papan proyek itu wajib terpasang dilokasi proyek, supaya publik tahu besaran anggaran yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan Sumber Daya Air (SDA),” katanya.

Sementara itu, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto mengemukakan, pihaknya berharap seluruh proses pelaksanaan pembangunan di Kota Seribu Industri yang dipimpin Bupati Ahmed Zaki Iskandar ini, berjalan lancar sesuai rencana.

Oleh karenanya, evaluasi dan pengawasan terhadap progres pembangunan proyek infrastruktur jalan, jembatan maupun SDA, terus dilakukan secara ketat dan komprehensif.

Adapun kendala dilapangan,  seperti minimnya akses jalan alternatif menuju proyek, tingginya curah hujan dan adanya kegiatan lain dilokasi sehingga akses jalan untuk material sedikit terhambat, merupakan tantangan tersendiri bagi para pelaksana proyek.

Namun, persoalan itu bukanlah sebuah alasan yang menghambat pelaksanaan kegiatan. Para pelaksana proyek, diberi tetap diberikan deadline waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya sesuai kontrak kerja yang telah ditandatanganinya. **Baca juga: Proyek Jalan dan Jembatan di Kabupaten Tangerang Lampaui Target.

“Setiap pekan, seluruh kegiatan kami evaluasi secara rutin. Harapan saya, pembangunan dapat berjalan lancar sesuai target,” tandsnya.(Tim K6)

Berita Terbaru