Dari Ponpes Sampai Pejabat Kena, PBMA Serukan Waspada Narkoba

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi (bbs)

Kabar6-Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) mengimbau seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mewaspadai peredaran narkoba.

Pasalnya, kini narkoba sudah merambah hingga ke berbagai elemen, seperti ke kalangan pelajar, termasuk Pondok Pesantren (Ponpes), bahkan kepada aparatur negara.

“Jika Bupati dan anak mantan Wapres saja sudah terlibat narkoba, bagaimana rakyat lainnya”, kata Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), Mohammad Zen.

Zen mengindikasi, bila fenomena narkoba ini seperti gunung es. Yang muncul ke permukaan hanya sebagian kecil. Sementara yang tidak terekspos media mungkin lebih besar dan sangat mengerikan.

Lanjut zen, narkoba merupakan bisnis yang sangat menggiurkan, bahkan menghasilkan keuntungan dalam jumlah triliunan. Sehingga, tidak heran jika berbagai kalangan pernah terlibat dalam bisnis narkoba.

Namun, negara tidak boleh kalah, negara harus hadir memberantasnya sampai tuntas sehingga negara ini bebas dari narkoba.

“BNN sebagai ujung tombak diharapkan lebih intensif lagi bekerjasama dengan berbagai pihak sehingga generasi kita terselamatkan dari bahaya narkoba,”, tambah Dekan Fakultas Agama Universitas Mathlaul Anwar tersebut.

Ia juga menuturkan, semua institusi pendidikan, termasuk pesantren harus bahu membahu dan digunakan sebagai instrument untuk memerangi bahaya narkoba ini. **Baca juga: Ke Banten, Luhut: Warga yang Kena Narkoba, Sulit Sembuh.

Mathla’ul Anwar karenanya menyambut baik kerjasama antara BNN dan Kementerian Agama yang akan mengembangkan Pondok Pesanren sebagai pusat informasi, konsultasi dan rehabilitasi narkoba. **Baca juga: Duh, Penjara di Banten Didominasi Napi Kasus Narkoba.

“Mathla’ul Anwar siap bekerjasama dengan BNN untuk memerangi bahaya narkoba ini dengan memberikan penyuluhan, konsultasi bahkan sebagai tempat rehabilitasi”, pungkas Zen. **Baca juga: Waspada Narkoba, Polda Banten Gagas Program Bersinar 2016.

Pada kesempatan lain, Ketua FKPP Tubagus Masnun juga menyambut baik kerjasama Kemenag dan BNN ini. “Pesantren perlu memperkuat pengetahuannya tentang narkoba, karena ditenggarai saat ini pesantren menjadi sasaran pengedaran dan penyalahgunaan narkoba, seperti ramai diberitakan media beberapa hari ini,” kata Masnun. **Baca juga: Kapolda Banten: Narkoba Sudah Sampai Kampung.

Di beberapa pesantren ada yang sudah memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).  Poskestren ini dapat dikembangkan menjadi Pusat Informasi, Konsultasi dan Rehabilitasi Narkoba dengan dukungan BNN.(zis)