oleh

Dari Mana Alkohol yang Dipakai Pesta Miras WBP?

image_pdfimage_print

Kabar6-Pesta miras oplosan yang menewaskan dua orang terjadi di Lapas Klas IIA Serang. Lalu dari mana para napi mendapatkannya?

Ternyata, mereka mengambil hand sanitizer yang mengandung alkohol 70 persen, kemudian mencampurnya dengan minuman bersoda. Minuman racikan itu kemudian ditenggak oleh 15 tahanan di dalam kamar.

“Kurang lebih hampir 15 orang. Mereka meminum-minuman yang di campur dari alkohol atau handsitizer yang mengandung alkohol 70 persen, dicampur dengan minuman bersoda,” ujar Fajar Nur Cahyono, Kepala Lapas Klas IIA Serang, Jumat, (01/12/2023).

**Berita Terkait: Nekad Nyuri Hand Sanitizer untuk Dioplos Minuman Kaleng, Dua Napi Lapas Serang Berunjung Maut

Kini, masih ada satu WBP yang masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, karena mengeluh sakit di bola matanya, usai menenggak hand sanitizer bercampur minuman soda itu. Dia dibawa ke rumah sakit sejak Kamis, 30 November 2023.

“Namun kemarin dari yang sehat itu, ada keluhan lagi terkait mata. Makannya kami bawa lagi ke rumah sakit,” tuturnya.

Fajar menjelaskan bahwa hand sanitizer d curi oleh tamping atau tahanan pendamping di dalam Lapas Klas IIA Serang. Hand sanitizer itu diambil dari klinik yang ada di dalam lapas secara diam-diam.

“Mereka yang mencuri, kan ada handsanitizer yang ditembok, ruang perawatan, mereka nyuri tuh,” terangnya.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 27 November 2023. Awal mulanya, BY merasa sakit kemudian dilaporkan ke petugas jaga sekitar pukul 06.15 WIB kemudian dibawa ke klinik lapas, karena tidak kunjung membaik, napi itu di rujuk ke RSUD Banten sekitar pukul 07.00 wib. Nyawanya tidak tertolong dan teras sekitar pukul 11.14 wib, usai mendapatkan perawatan intensif.

Begitupun BP, dia merasa sakit dan dibawa ke klinik lapas sekitar pukul 11.00 wib. Selanjutnya pukul 13.33 wih di rujuk ke RSUD Banten. Usai mendapatkan perawatan medis, napi itupun meregang nyawa sekitar pukul 15.20 wib.

Kini, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) lainnya masih mendapatkan perawatan intensif di dalam Lapas Klas IIA Serang.

“Kemudian yang lain, kurang lebih tidak mengeluh sakit. Mereka masih di dalam lapas kurang lebih ada sekitar 8 orang kondisi membaik. Artinya tetap kami dengan pelayanan maksimal, dengan memberikan vitamin bubur, susu kepada mereka,” ujarnya.(Dhi)

Print Friendly, PDF & Email