oleh

Danjen Kopassus Tanam Puluhan Ribu Pohon, Perbaiki Perubahan Iklim

Kabar6 – Puluhan ribu pohon mangrove ditanam oleh prajurit Kopassus bersama warga di pesisir Pantai Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, Jumat siang, 05 November 2021.

Penanaman pohon ini diharapkan bisa membantu proses penghijauan alam, mengurangi gas karbon hingga abrasi pantai. Terlebih, perubahan iklim atau climate change menjadi isu utama yang dibahas Presiden Jokowi di KTT G20 dan KTT pemimpin dunia UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) atau konferensi perubahan iklim.

“Pemanasan global menjadi isu penting, bahkan di KTT G20, membahas pemanasan global. Indonesia menjadi tulang punggung melawan pemanasan global, kepentingan kita semua menghijaukan semuanya,” kata Danjen Kopassus, Mayjen Mohammad Hasan, dilokasi penanamam mangrove, Jumat (05/11/2021).

Jenderal bintang dua di korps baret merah itu meminta prajurit dan masyarakat tidak hanya menanam, namun juga merawatnya hingga tumbuh besar. Jika sudah tumbuh besar, bisa mencegah abrasi laut, pelestarian alam, tempat hidup habitat satwa hingga penghijauan.

Masyarakat Desa Lontar juga mendapatkan bibit pohon untuk ditanam disekitar rumah dan tanah kosong di kampungnya. Pohon berbuah itu, selain membuat rindang lingkungan, buah nya bisa dimanfaatkan oleh warga.

“Menanam pohon itu bukan berapa banyak yang di tanam, tapi berapa banyak pohon yang tumbuh. Yang penting bukan jumlah awal yang kita tanam, tapi berapa yang tumbuh. Kita akan menanam 10 ribu pohon disekitar sini,” ujarnya.

Di pesisir pantai Lontar, Kabupaten Serang, Banten, Danjen Kopassus turun ke air menanam pohon mangrove bersama masyarakat dan anggota pramuka dari sekolah di desa setempat.

**Baca juga: Pria Tertabrak Kereta Api Di Kota Serang

Mangrove di anggap mampu menyerap 3-5 kali gas karbon, dibandingkan hutan tropis. Hutan mangrove Indonesia mampu menyimpan 3,14 miliar gas karbon dunia atau sepertiga karbon di dunia.

“Mangrove menjadi sektor esensial mencegah abrasi, konservasi dan keanekaragaman hayati, menjadi yang sangat penting kita jaga. Konservasi akan dilakukan di seluruh Indonesia, karena hutan mangrove bisa menyerap 3-4 kali lebih banyak,” terangnya.(dhi)

Berita Terbaru