Comfort Eating Jadi Kebiasaan Buruk yang Ganggu Kesehatan

kabar6.com
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Comfort eating bisa diartikan sebagai kegiatan makan yang membuat orang merasa nyaman. Menurut sebuah survei terbaru, comfort eating berada di tingkat paling atas daftar kebiasaan buruk bagi kesehatan.

Survei yang dilakukan oleh merek kesehatan, Healthspan, seperti dilansir Womentalk, menemukan bahwa jutaan orang ‘menyelipkan’ makanan ketika merasa stres atau kesal, sebagai upaya untuk meningkatkan suasana hati.

Karena itu, tidak mengherankan jika comfort eating ditemukan sebagai kebiasaan buruk bagi kesehatan yang paling umum, yaitu sebanyak 27 persen dari peserta yang mengakuinya.

Orang-orang umumnya menghubungkan makanan dengan kenyamanan, khususnya fast food dan makanan manis, karena makanan yang mengandung tinggi lemak dan gula dapat memicu ‘pusat penghargaan’ di otak.

Selain itu, makanan tersebut dapat meningkatkan neurotransmitter yang memberikan efek antidepresan, sehingga membuat orang merasa nyaman.

Harus diakui bahwa untuk mengubah kebiasaan comfort eating ini memang tidak mudah. Healthspan menyarankan, hal yang pertama harus dilakukan adalah meningkatkan kesadaran tentang mengapa Anda harus makan sesuatu, bukan hanya apa yang akan dimakan.

Masih menurut survei, meskipun 40 persen orang telah berhasil melepaskan diri dari comfort eating, hampir setengahnya mengaku kembali ke kebiasaan buruk tersebut, dengan alasan justru menimbulkan perasaan jengkel dan frustrasi atau membutuhkan terlalu banyak komitmen untuk terus melakukannya.

“Kuncinya di sini adalah cukup melakukan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan Anda dan lakukan dalam jangka panjang, dengan begitu Anda tidak merasa sedang menghukum diri sendiri dan kesehatan lebih terjaga,” urai Rob Hobson, ahli gizi terdaftar di Healthspan. ** Baca juga: Punya Mekanisme Sendiri Membuat 4 Bagian Tubuh Ini Tidak Perlu Sering Dibersihkan

Apakah Anda juga sering melakukan comfort eating? (ilj/bbs)