oleh

Cerita Veteran di Tangsel Perang Gerilya Bertemu Jenderal Sudirman

Kabar6-Veteran pejuang kemerdekaan Indonesia di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang masih hidup tinggal 14 orang. Mereka merasakan masa bergerilya perang melawan tentara penjajah Belanda dan Jepang di sekitar Jawa Barat.

Ketua Legiun Veteran Indonesia (LVRI) Kota Tangsel, Nurhasan bercerita pertama kali berjuang gabung dengan Badan Keamanan Rakyat di Ciputat. Ia kemudian menjadi Tentara Republik Indonesia bergeser ke Bogor, Cianjur, Cirebon, Kuningan dan singgah hingga ke Linggar Jati bertemu Panglima Jenderal Sudirman.

“Di Linggar Jati, waktu itu batalion kita geser ke Sumedang terus ketemu Jenderal Sudirmani di markas Siliwangi, antara 1942-1943an,” ungkap Nurhasan, Senin (17/8/2020).

Ia mengenang amanat Jenderal Sudirman ketika itu. Panglima perang berpesan, sampai dimanapun tetap maju karena yang dituju para pejuang adalah harus merdeka.

“Orangnya kondisi sakit tapi gagah. Gerilya terus kasih semangat pasukan,” ungkap Nurhasan.

Waktu detik-detik proklamasi posisi dimana?. Saat itu, 17 Agustus 1945 dirinya berada di Linggar Jati. Semua pejuang kemerdekaan mendengarkan rekaman pembacaan teks proklamasi dari Orari.

**Baca juga: Pesan Legiun Veteran di Tangsel, Jaga Persatuan dan Kesatuan.

Nurhasan bilang, pada 1950 dirinya sudah bebas tugas, dan keluar dari kedinasan. Tetapi saat 1957 ia ditarik lagi untuk dikirim lagi ke medan tempur.

Ada perintah pas Dekrit Presiden 1959, Nurhasan kembali dipanggil lagi siaga di Ciputat.

“Tahun 1961 saya siap-siap disiagakan untuk diberangkatkan lagi sebagai sukarelawan ke Irian Barat, dan operasi Dwikora perbatasan Kalimantan,” kenangnya.(yud)