oleh

Cari Penghasilan Tambahan, Oknum Polwan di Malaysia Live TikTok Saat Razia Narkoba

Kabar6-Seorang oknum polisi wanita (polwan) di Malaysia nekat menayangkan proses razia di sebuah tempat hiburan secara live kepada ribuan penonton melalui akun TikTok miliknya.

Bukan tanpa alasan, melansir Malaysiakini, polwan yang merupakan asisten pengawas Depertemen Investigasi Kriminal (CID) Narkotika kepolisian Bukit Aman, Malaysia, ini mengaku tengah mencari ‘penghasilan tambahan’ untuk anak-anaknya. Polwan yang identitasnya disembunyikan ini tengah terlibat dalam sebuah razia narkoba ketika memutuskan untuk memulai live streaming lewat aplikasi TikTok.

Pada cuplikan video berdurasi satu menit 38 detik yang beredar, pelaku tampak sedang menjelaskan kepada penonton mengenai apa yang dilakukan saat bekerja. ** Baca juga: Agar Kucingnya Tidak Diusir dari Kontrakan, Wanita Inggris Ini Nikahi Hewan Peliharaannya Itu

Polwan ini sempat mengekspresikan rasa takjubnya ketika jumlah penonton mencapai 1.900 orang, dan berharap dapat mempopulerkan akun media sosialnya agar bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Wanita itu juga terang-terangan mengungkapkan ingin memiliki lebih dari 100 ribu followers. Sayangnya, aksi ini justru menuai respon negatif, banyak orang yang menganggap bahwa dia menunjukkan perilaku yang tidak pantas bagi seorang polisi.

Komentar netizen direspon lewat aplikasi Telegram dengan menekankan bahwa apa yang telah dilakukan adalah sah-sah saja. “Aku tidak bersalah, media saja boleh melakukan tayangan langsung saat ada razia, kenapa aku tidak boleh?” ujarnya.

Polwan itu juga berdalih, tindakannya tidak beda jauh dari konferensi pers yang dilakukan atasan. Dirinya yakin tak melakukan hal-hal yang dapat menjatuhkan martabat polisi selagi live streaming berlangsung.

Namun aksi viralnya langsung diinvestigasi oleh Departemen Kepatuhan Integritas dan Standar Bukit Aman. Direktur CID Narkotika Bukit Aman, Datuk Aton Khan Mydin Pitchay, akhirnya menegaskan bahwa live streaming yang dilakukan anak buahnya tidak mencerminkan pendapat kepolisian.

“Akun TikToknya berisi perkataan dan konten pribadi, saya tidak membenarkan aktivitas semacam itu dan tidak akan ada kompromi meskipun pihak yang terlibat adalah petugas kepolisian,” tegas jelas Pitchay.

Ditambahkan, “(Kami akan) mengambil tindakan atas pelanggaran prosedur operasi standar, terlepas dari pangkat orang yang terkait. Bahkan saya saja bisa terkena tindakan pendisiplinan, kami tidak mentolerir aksi seperti itu.” (ilj/bbs)