oleh

Cara Tanam Unik, Perusahaan Buah di AS Jual Stroberi Seharga Lebih dari Rp200 Ribu per Kotak

Kabar6-Oishii, perusahaan buah berry di New Jersey, Amerika Serikat (AS), berani menjual sekotak stroberi dengan harga mencapai Rp299.475.

Mengapa dijualnya dengan harga di atas pasaran? Rupanya, buah ini ditanam dengan cara unik. Menurut pendiri dan CEO Oishii bernama Hiroki Koga, melansir CNBC, rasa dari stroberi produksinya tidak seperti tipe stroberi pada umumnya. Mereka lebih manis, dengan bagian tengah yang lebih padat dan lebih segar.

“Stroberi Oishii rata-rata dua hingga tiga kali lebih banyak dalam tingkat kemanisan, dibandingkan dengan apa yang ditanam secara konvensional di AS. Begitu Anda mencicipi buah beri kami, itu benar-benar pengalaman yang sama sekali berbeda,” terang Koga.

Koga yang mantan konsultan pertanian vertikal di Jepang, berimigrasi ke California untuk belajar program MBA di UC Berkeley pada 2015. Saat berbelanja di pasar lokal, dia melihat bahwa stroberi Amerika tampak mengkilap dan besar dan lezat, tetapi sebenarnya berair dan kurang rasa.

Setelah lulus pada 2017, Koga dan salah satu pendiri Brendan Somerville, lulusan MBA dari UCLA, mulai membangun sendiri pertanian stroberi vertikal. Dia dan Somerville menghabiskan satu tahun dengan konsultan mencari cara menjaga lingkungan yang cocok untuk menanam stroberi dengan penyerbukan lewat lebah.

Hasilnya, pertanian vertikal Oishii lebih hijau dan bersih daripada pertanian biasa. Pertanian vertikal terbesar Oishii ada di Jersey City, New Jersey. Dengan luas 74 ribu kaki persegi, membuat pertanian vertikal itu jadi yang terbesar di dunia.

Untuk menjaga kesegaran dan kualitas buah, perusahaan hanya mengirim dan menjual di toko-toko dalam radius sekira 20 mil dari pertanian vertikal mereka. ** Baca juga: Pemburu Inggris Temukan Fosil Ikan Predator Zaman Jurassic

Koga mengakui, pengiriman stroberi ke seluruh negeri akan meningkatkan penjualan, tetapi pertanian Oishii sudah memproduksi buah beri dengan kapasitas maksimum, dan pengiriman ke jarak yang lebih jauh dapat mengurangi kualitas stroberi yang ditanam pada suhu rendah untuk menjaga kesegarannya.

“Kami tidak ingin hanya menjadi perusahaan sosial dan berkelanjutan, tetapi kami sebenarnya ingin menyediakan produk yang lebih baik dari yang tersedia saat ini,” kata Koga.

Diketahui, stroberi Oishii ditanam tanpa pestisida, dan menggunakan lebih sedikit air dibanding metode pertanian tradisional. Dan karena mereka tumbuh di dalam ruangan, maka nutrisi dari buah tersebut tidak terserap ke tanah.(ilj/bbs)