Busyet Dah, Jengkol Jadi Masalah di Pasar Ciputat

Pedagang jengkol di PIR, Serang, Banten.(tmn/din)

Pedagang di Pasar Ciputat.(foto:yud)

Kabar6-‎Komoditi pangan jenis jengkol nyaris langka di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kalaupun ada harga yang dibanderol mahal sekali. Kelangkaan disebabkan sekarang ini sedang tidak musim buah jengkol.

Lastri, salah satu ped‎agang sayuran mengatakan, dirinya enggan menjual jengkol. Sebab harga beli dari Pasar Induk sudah tinggi dan dijual ke konsumen bisa mencapai Rp90 ribu per kilogram.

“Aku aja enggak bawa jengkol. Masalahnya barangnya emang. Lagian juga duitnya (modal) bisa abis buat beli jengkol‎,” katanya ditemui kabar6.com di lapaknya, Kamis (01/05/2017).

Oleh karenanya, terang Lastri, modal belanja dagangan ia alokasinya untuk membeli komoditi bahan pangan lainnya. Seperti cabai serta sayur-mayur yang harganya relatif stabil.

Terpisah, Nur, pedagang sayuran lainnya‎ di Pasar Ciputat, mengakui bila harga jengkol sedang mahal. Bahkan pasokan yang beredar di pasaran mengalahi daging ayam potong yang hanya dijual seharga Rp50 ribu per kilogram.

Ataupun harga komoditi jenis daging sapi lokal yang dijual‎ seharga kisaran Rp100-100 ribu per kilogram. Sedangkan buah jengkol yang tersedia dilapaknya dibanderol seharga Rp80 ribu per kilogram.

“Biasa kalau mau lebaran musimnya habis. Daging‎ itu mah, bukan jengkol,” canda Nur sambil menunjuk ke tampah berisi buah berkulit warna cokelat kehitaman itu.(yud)