oleh

Bupati Zaki: Blanko e-KTP Cuma Cukup Untuk Satu Bulan

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.(bbs)

Kabar6-Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar pesimis seluruh warga di wilayahnya memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) hingga akhir September 2016 mendatang, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

“Hampir tidak mungkin warga di Kabupaten Tangerang seluruhnya memiliki e-KTP sampai dengan akhir September. Karena, seperti yang diketahui permasalahan utama adalah proses percetakan e-KTP di Kabupaten Tangerang adalah ketersediaan blanko. Meskipun kami sudah mendapatkan blanko dari Pemerintah Pusat, tapi proses mencetak e-KTP lebih kami dahulukan pada pemohon yang sebelumnya sudah melakukan perekaman. Saat ini saja, jumlah pemohon tidak sebanding dengan blanko yang kami terima. Dalam sehari bisa seribu pemohon e-KTP itu pun, belum lagi dengan pemohon yang sudah melakukan perekaman sebelumnya,” terang Bupati Zaki saat ditemui di kantornya, Kamis (25/8/2016).

Ia menjelaskan, Kabupaten Tangerang yang merupakan daerah urbanisasi dengan total penduduk 3,3 juta jiwa dan kurang lebih 1,6 jiwa yang belum memiliki e-KTP, ketersediaan blanko yang ada di Kabupaten Tangerang hanya bertahan hingga satu bulan kedepan.

“Blanko yang kami punya itu hanya bisa meng-cover sampai bulan berikutnya (September), dengan proses percetakan pada pemohon yang sebelumnya sudah melakukan perekaman. Nah, nanti bulan berikutnya kemungkinan terjadi kekosongan blanko kembali,” jelasnya. **Baca juga: Tenang, Blanko e-KTP di Kabupaten Tangerang Masih Aman.

Zaki menambahkan, instruksi Mendagri tersebut seharusnya disertai dengan mampunya Pemerintah Pusat menyediakan blanko kepada setiap Daerah. **Baca juga: Disdukcapil Tangerang Sebut Proses Percetakan e-KTP Sudah Lancar.

“Tentunya, setiap daerah pasti akan sanggup menjalankan instruksi Mendagri kalau blankonya ada, tapi seperti kita lihat dilapangan untuk mendapatkan blanko pun, warga harus mengunggu hingga satu sampai dua bulan,” pungkasnya.(shy)

Berita Terbaru