oleh

Buka Puasa tak Mengikuti Rasulullah SAW

Trend gaya hidup atau life style yang berkembang pada sebahagian kaum muslimin saat ini, justru memperlihatkan langkah yang semakin jauh dari gaya hidup Rasulullah SAW.

Padahal kita semua dianjurkan untuk meniru dan mencontoh gaya hidup beliau, karena beliau diturunkan ke dunia sebagai nabi dan rasul untuk dicontoh dan diteladani.

Salah satu indikator yang dapat dilihat secara kasat mata, adalah gaya berbuka puasa sebahagian orang, terutama di perkotaan, event berbuka puasa telah dijadikan suatu upacara sejenis pesta sebagai sebuah hal yang penting dari keseluruhan ibadah puasa, sehingga buka puasa perlu dilakukan di restauran mewah,  café,  rumah makan berkelas, sehingga tempat-tempat tersebut penuh sesak setiap kali menjelang buka puasa tiba.

Menu makanan yang dipesan pun cukup banyak dan beragam, maka berderetlah makanan minuman diatas meja pemesan, mulai dari kolak, es teler, es cream, kue, sirloin steak dan seterusnya  sampai juice kopi teh segala.

Karena itu, untuk menyantapnya satu persatu membutuhkan waktu yang panjang . Alih – alih ngurusin makanan minuman buka puasa, sholat magrib lewat, dan kalau perlu sholat  Iisya sampai taraweh juga lewat semua.

Begitukah gaya hidup Islami, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.Tentu saja tidak,  justru sebaliknya, dan itulah kekeliruan besar dalam menjalankan rangkaian ibadah ramadhan.

Rasulullah SAW itu kalau berbuka puasa santai dan simple saja,  beliau cuma butuh air putih adem, beberapa buah ruthab ( kurma basah), kalau tak ada, beliau cari tamr ( kurma kering), kalau tak ada juga, cukuplah dengan beberapa teguk air saja.( HR.Attarmizi 696), kemudian beliau langsung sholat magrib.

Lalu bagaimana beliau makan. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika ia harus mengisinya, maka sepertiga ( bagian lambung ) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya (udara)” (HR Tirmidzi).                                                                                     Peneliti kesehatan manusia pada Pennington Biomedical Research Center, Louisiana, Amerika Serikat bilang begini: ” Makanlah dalam porsi 15 persen lebih sedikit mulai umur 25 tahun, dan anda dapat menambah umur anda 4,5 tahun lebih panjang”.  ‘Tapi pastinya orang Barat tidak mengamati dan tidak mencontoh cara dan adab makan yang diajarkan Islam, akhirnya menderita banyak penyakit. Mereka yang mematuhi kebiasaan makan menurut Islam akan sehat, dan mereka yang meniru cara makan Barat yang buruk akan menimbulkan berbagi macam penyakit.                                             

‘Kebiasaan sehat dalam adab makan Islam seharusnya ditiru oleh masyarakat Barat” kata Profesor Hans-Heinrich Reckeweg M.D, ahli toksikologi yang dimuat dalam Biological Therapy Vol.1 No.2-1983).                                                                                 

Jadi, ajaran siapa berbuka puasa dengan cara yang heboh seperti  yang  sudah menjadi kebiasaan banyak orang sekarang ini.  Disitulah harus-harus diwaspadai bahwa  ada propaganda upaya penyesatan pihak barat untuk menjauhkan umat Islam mencotoh  Rasulullah SAW. Dan yang perlu dicatat, pembelian  makanan minuman pada bulan ramadhan semestinya turun drastis dibanding bulan-bulan biasa, karena  definisi ramadhan diantaranya adalah menahan makan dan minum. Kini upaya penyesatannya nambah lagi dengan pembelian petasan serta kembang api.(zoelfauzilubis@yahoo.co.id) 

Berita Terbaru