BPS Tangsel: Pengusaha Sering Hindari Petugas Sensus

Kepala BPS Kota Tangsel, Faidzin.(yud)

Kabar6-Badan Pusat Statistik (BPS) seringkali dihadapkan pada persoalan krusial. Para pelaku usaha skala besar dan menengah selaku responden sensus selalu menghindar alias ngumpet ketika ingin dimintai data oleh petugas sensus.

Persoalan klasik itu diharapkan tidak kembali terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sehingga para pelaku usaha bisa turut andil berpartisipasi aktif menyukseskan program nasional Sensus Ekonomi 2016.

“Jangan yang usahanya ilegal. Kadang-kadang yang usahanya legal pun susah ditemui,” ungkap Kepala BPS Kota Tangsel, Faidzin menjawab pertanyaan kabar6.com ditemui di Serpong Utara, Senin (28/3/2016).

Ia men‎gatakan, institusinya telah menggandeng sebanyak 2.291 orang warga asal tujuh kecamatan di Kota Tangsel. Mereka didelegasikan menjadi tim survey. Petugas sensus itu nantinya akan mendatangi setiap pintu bangunan untuk menghimpun data agregasi dari para pengusaha.

“Baik usaha di ruko-ruko pinggir jalan maupun pada gang-gang terpencil. Tanpa kecuali, yang penting ada terlihat aktivitas ekonomi,” kata Faidzin.

Menurutnya, ribuan petugas sensus yang direktur ditugasi menghimpun data agregat dari sebanyak-banyaknya orang selaku pelaku usaha di Kota Tangsel.‎ Pengumpulan data yang diselenggarakan secara serentak di seluruh se-Indonesia ini berlangsung selama Mei 2016. **Baca juga: Gunung Sampah di Permata Pamulang Bisa Gagalkan Tangsel Raih Adipura.

Faidzin bilang, dari setiap pintu bangunan, petugas sensus akan menghimpun beragam data agregat. Misalnya, jenis bangunan usaha, penghasilan atau omzet, jumlah tenaga kerja di lokasi tersebut dan lain sebagainya. **Baca juga: April 2016, Polres Tangsel Layani SIM Keliling.

“Makanya, kami minta support (dukungan) dari Ibu Walikota Tangsel Airin Rachmi‎ Diany maupun asosiasi lainnya,” bilangnya.(yud)