oleh

Bocah Usia Delapan Tahun di Brasil Tewas Akibat Jatuh dari Terowongan Air di Ketinggian 13 Meter

Kabar6-Tragis benar nasib seorang bocah asal Brasil bernama Davi Lucas de Miranda (8) ini. Davi tewas setelah berseluncur di terowongan air yang ternyata tengah dibongkar.

Bocah laki-laki ini, melansir Dailystar, terjun bebas dari ketinggian 13 meter dari wahana permainan air bernama Volcano di diRoma Acqua Park in Goias, Brasil, yang saat itu tengah dalam pemeliharaan. Tidak adanya papan petunjuk dan blokade yang jelas, membuat waha ini tampak terbuka untuk umum. Volcano diketahui merupakan wahana yang terdiri atas empat seluncuran air, didesain seolah-olah seperti keluar dari puncak replika gunung berapi.

Pada saat itu, bagian-bagian dari seluncur air tengah dilepas dari rangkanya untuk perawatan. Tiga dari seluncuran dilaporkan telah dibongkar sebagian, yang artinya bagian dari pipa panjang telah dilepas, meskipun ini tidak mudah terlihat di awal lokasi luncuran.

Polisi menerangkan, Davi berhasil mengakses wahana yang dipagari hanya dengan selotip di pintu masuknya. Bocah laki-laki itu dilaporkan memanjat ke awal perosotan dan memasuki salah satunya yang memiliki sudut siku-siku langsung, yang menghalangi pandangan sisa seluncuran.

Hanya satu dari empat pintu masuk ke seluncuran yang dilaporkan ditutup. Davi memasuki salah satu perosotan yang bagian tabungnya tidak ada. Bocah malang itu jatuh dari ketinggian 13 meter sebelum menabrak struktur kayu dan logam yang menopang seluncuran. Dia kemudian berguling ke kolam yang dalamnya 71 cm.

Davi disebut masih hidup saat dievakuasi. Namun ia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit. Davi sendiri lolos dari pengawasan orangtuanya, ketika mengaku hendak pergi ke kamar mandi. Davi dilaporkan mengenal taman air dengan baik, karena telah mengunjunginya beberapa kali.

Anggota keluarganya yang putus asa mengklaim operator taman itu lalai dan mereka menyerukan keadilan. Davi dimakamkan di kampung halaman keluarganya di Conselheiro Lafaiete, negara bagian tenggara Minas Gerais. ** Baca juga: Genjot Angka Kelahiran, Jepang Gelontorkan Dana Sekira Rp271 Miliar untuk Program Cari Jodoh

Ibunda Davi, Jaqueline Rosa, mengatakan pada media lokal bahwa putranya merupakan anak yang luar biasa, penuh rencana, dan sangat rajin belajar. “Dia hanya ingin bermain. Tapi dia tidak pernah kembali. Ini sangat menyakitkan,” kata Rosa.

Sementara polisi telah menggelar penyelidikan atas kasus ini.(ilj/bbs)