oleh

Bisnis Lesu, Investasi Tiongkok Terus Bergairah di Banten

Kabar6-Meski dunia bisnis di Provinsi Banten dalam kurun waktu beberapa bulan ini melemah, namun investasi di provinsi termuda di Pulau Jawa itu tetap bergairah.

 

Itu terbukti dengan banyak investasi baru yang masuk dari Tiongkok, walaupun mayoritas dari investasi tersebut bukan teknologi tinggi.

 

Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis), Mohan, mengakui bila melemahnya dunia bisnis di Banten, sangat dirasakan oleh pelaku usaha yang sudah lama berkecimpung di dunia tersebut.

 

Kondisi itu dipicu adanya 12 negara tujuan utama ekspor Banten yang selama Januari–Oktober nilainya turun dari 10,75 persen menjadi US$5,27 miliar (yoy).

 

“Jadi dari 12 negara itu turun nilai ekspornya, kecuali Jerman, AS, Korea Selatan, dan India,” kata Mohan.

 

Akibatnya, tambah dia, secara umum ekspor Banten selama Oktober mengalami penurunan 2,34 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi US$689,77 juta. Padahal perolehan pada bulan sebelumnya mencapai US$706,27 juta.

 

Kendati demikian, lanjut Mohan, pihaknya juga mendapati adanya kontradiksi dalam persoalan tersebut. Karena, di tengah pelemahan penjualan terutama ke luar negeri, banyak juga investasi baru yang masuk dari Tiongkok ke Banten, walaupun investasi itu tidak berteknologi tinggi.

 

Investasi yang baru masuk itu juga tidak padat modal. Mereka cukup membeli satu sampai dengan dua hektare tanah dan bisa langsung menjalankan bisnisnya.

 

Sehingga kata Mohan, kondisi ini mengindikasikan Banten tetap menarik di mata pelaku industri nonmigas.

 

“Investasi baru itu  pangsa pasarnya memamag berada di rerata lokal, salah satunya adalah pabrik batu apung,” kata dia. ** Baca juga: HUT PMJ Ke-66, Polrestro Tangerang Cat Rumah Ibadah

 

Berdasarkan catatan yang ada, lanjut Mohan, selama Januari–Juni tahun ini alias pada semester I/2015, investasi yang masuk ke Banten tercatat Rp17,6 triliun. Setara dengan 6,8 persen total investasi yang masuk ke Tanah Air.

 

Dan, nilai ini merupakan akumulasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). (tmn/alby)

Berita Terbaru