Bila Makanan Dihinggapi Lalat

Pada momen lebaran seperti sekarang ini, di hampir setiap rumah biasanya akan dibanjiri berbagai jenis hidangan, mulai dari yang tradisional sampai modern, atau bahkan menu spesial yang hanya ada bila lebaran tiba. Lalu bagaimana bila kebetulan hidangan dihinggapi lalat, karena mungkin pesta bersama keluarga digelar di taman atau di halaman rumah.

Fakta yang terlihat, sebahagian besar orang akan langsung berusaha mengusirnya, sebahagian lagi membuang makanan atau minuman yang dihinggapi lalat, meskipun makanan atau minuman tersebut lezat nikmat dan harganya mahal. Karena lalat dianggap hewan kotor, dan selalu main di tempat kotor, akan dapat menyebarkan penyakit.

Islam mengajarkan seperti ini :”Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya lagi obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad). Dalam riwayat lain: “Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai ma-kananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhi-kan obatnya” (HR. Ahmad, Ibnu Majah ).

Lalat adalah jenis serangga dari ordo diptera ( bahasa Yunani di berarti dua dan ptera berarti sayap) begitu dijelaskan di wikipedia. Perbedaan yang paling jelas antara lalat dan ordo se-rangga lainnya adalah, lalat punya sepasang sayap terbang dan sepasang  halter, yang berasal dari sayap belakang pada metatoraks, kecuali beberapa spesies lalat yang tidak dapat terbang. 

Penelitian yang dilakukan sejumlah ahli kimia, mikrobiologi dan ahli terkait menjelaskan banyak hal tentang apa mengapa dan bagaimana lalat. Seluruh penelitian tersebut membenarkan dan sesuai dengan sejumlah hadis yang dua diantaranya disertakan diatas. Referensi penelitian ilmiah tentang lalat bisa digali lebih dalam pada : Danny Kingsley, The New Buzz on Antibiotics. ABC Science Online. Dan masih sangat banyak referensi lain yang bisa dijadikan bahan pengetahuan.

Percobaan yang dilakukan dalam sebuah eksperimen, lalat dicelupkan pada larutan yang mengandung sejumlah kuman seperti E.coli, Staphilococcus Emas dan Candida (sejenis ragi). Lalat menunjukkan reaksi antibiotika dari permukaan tubuhnya dan juga bahagian perut untuk menangkis serangan kuman.

Lalu penelitian sayap lalat. Sayap kanan dicelupkan ke air, dan hasilnya terlihat memunculkan kuman atau bakteri. Lalu sayap kiri yang dicelupkan memunculkan antibiotik. Persis seperti dijelaskan hadist tersebut, satu sayapnya mengandung racun, satu lagi mengandung obat. 

Sesuatu yang terdengar aneh tidak selalu aneh, dan hadist shahih tak bisa dibantah, serta fakta ilmiah adalah pembuktian nyata. Seperti misalnya mengobati gigitan ular berbisa justru dengan bahan (serum) yang dibuat dari bisa ular itu sendiri, seperti yang dibuktikan Louis Pasteur bersama muridnya Albert Calmette di tahun 1896, dan hingga kini masih dipakai meskipun terus terjadi penyempurnaan disana-sini. 

Jadi, lalat yang hinggap di makanan minuman dan langsung dibuang tanpa mencelupkan ke dalam makanan atau minuman di tempat hinggapnya lalat, bisa saja mengandung bakteri. Tapi jika lalat ditenggelamkan total dalam makanan atau minuman, makan terjadi tekanan dalam sel dan enzim pembawa kuman penyakit dihancurkan hingga mati, sehingga makanan minuman menjadi netral kembali, terbebas dari bakteri.

Kalau memang tidak ingin lalat mengunjungi meja makan atau ruang makan atau rumah makan milik anda, bisa ditempuh sejumlah langkah tanpa harus menggunakan pestisida dan membunuh lalat bersangkutan.

Gantungkan saja air yang dimasukkan ke dalam plastik kantong berwarna putih, mungkin plastik ukuran satu kilo. Karena itu terlihat beberapa pengelola warung makan menerapkan hal ini dan lumayan mujarab menjauhkan lalat dari etalase makanan. 

Itu bisa terjadi, karena lalat memiliki dua mata majemuk yang menempati sebagian besar kepalanya dan tiga mata tambahan yang disebut Ocelli. Dengan begitu lalat punya sensorik dan kemampuan manuver yang handal. Sedang air dalam kantong plastik, bisa memantulkan, membiaskan dan membelokkan cahaya. Metode illusi optik semacam ini mam-pu mengacaukan sensor mata lalat tidak terkonsentrasi, sehingga lalat cenderung memilih untuk menjauh karena bingung, apakah itu objek sasaran yang benar atau tidak. Dari-pada bingung, biasanya lalat cenderung memilih kaburrr…

Bisa juga dengan mengisi kantong kain atau yang disebut uncang dengan kulit kayu manis, bunga lawang dan cengkih ke dalamnya. Gantungkan dekat wadah hidangan  atau ruang makan yang kerap dikunjungi lalat.

Berikutnya bisa dengan menyalakan lilin di meja makan atau diantara hidangan semacam prasmanan misalnya. Karena cahaya lilin tidak disukai lalat. Atau bisa juga dengan meletak-kan di sisi kiri kanan makanan cabai merah besar yang sudah dibelah dua atau empat. Terserah mana cara yang lebih mudah untuk dilakukan.

Penulis buku ‘’ Bibel, Qur’an dan Sains Modern –  La Bible, le Coran et la Science (1976) Maurice Bucaille menjelaskan bahwa tidak ada kontradiksi antara Islam dan Ilmu Pengetahuan modern.(zoelfauzilubis@yahoo.co.id)