oleh

Biar Ikut Nyoblos, KPPS Bakal Datangi Pasien Covid-19 di Pandeglang

Kabar6-Petugas KPPS di Kabupaten Pandeglang akan mendatangi pasien Covid-19 yang memiliki hak pilih biar ikut nyoblos. Seperti diketahui, total pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sebanyak 43 pasien.

Jubir Penanganan Percepatan Covid-19 Pemkab Pandeglang Ahmad Sulaeman menyebutkan, saat ini sebanyak 43 orang yang melakukan isolasi mandiri tersebar di beberapa kecamatan di Pandeglang.

Hanya satu pasien yang menetap di rumah isolasi mandiri bagi pasien OTG (orang tanpa gejala) di Wisma Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI). “Datanya tersebar di beberapa kecamatan dan paling banyak di Kecamatan Majasari,” kata Sulaeman, Selasa (8/12/2020).

Dirinya menilai sejauh ini pemanfaatan PKPRI sebagai rumah isolasi sejak diresmikan kurang dimanfaatkan para pasien. Mereka memilih untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Padahal jika rumahnya dihuni oleh banyak keluarga dapat membahayakan.

“Kalau anggota keluarganya bisa dipisahkan wisman di rumah juga bisa saja cuman harus dipantau oleh Satgas kecamatan. Dan Satgas kecamatan aktif memantau ke rumah pasien,” ujarnya.

Sulaeman mengklaim peningkatan kasus Covid-19 di Pandeglang masih landai akhir-akhir ini, lantaran pemeriksaan swab test ditunda dan dilanjutkan pasca penyelenggaraan Pilkada. Pria yang akrab disapa Sule ini mengajak kepada warga Pandeglang untuk tidak takut datang ke TPS dengan menetapkan Protkes covid-19.

Nanti seluruh pasien akan di datangi petugas KPPS yang dilengkapi dengan APD. “Jangan khawatir asal mengikuti protokol kesehatan karena di TPS di sediakan juga sarung tangan, masker dan juga sarana cuci tangan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua KPU Pandeglang Ahmad Suj’ai mengatakan, petugas yang dilengkapi dengan APD akan mendatangi lokasi pasien itu melakukan isolasi mandiri.

**Baca juga: Puluhan Desa di Hantam Banjir, Logistik Pilkada Pandeglang Jadi Tertahan di PPK

KPU juga sudah memiliki data bagi pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, datanya di sudah dimiliki petugas. “Di datangi petugas tergantung pasien itu melakukan isolasi dimana. Karena informasi tadi yang di PKPRI cuman satu orang,” kata Suj’ai. (aep)

Berita Terbaru