oleh

Berusia Ratusan tahun, Masjid Cikoneng Saksi Penyebaran Islam di Pandeglang

Kabar6- Bicara Pandeglang tak melulu soal pariwisata dan dan kekayaan alam lainnya, Kabupaten ini juga memiliki kaya sejarah tentang penyebaran agama Islam termasuk perjuangan kaum pribumi melawan penjajah.

Masjid Cikoneng yang terletak di Kampung Manungtung, Desa Cilaban Bulan, Kecamatan Menes salah satu lokasi sebagai saksi bisu pusat syi’ar Islam di Pandeglang. Berdasarkan catatan masjid ini sudah berusia ratusan tahun.

“Masjid ini, masjid kedua setelah masjid Caringin,” kata Ketua DKM Cikoneng Abdul Hakim, (21/4/2021).

Belum diketahui tahun berapa masjid ini dibangun. Namun jika masjid ini dibangun setelah masjid Caringin, artinya masjid ini sudah berusia ratusan tahun, sebab masjid Caringin di bangun pada tahun dibangun tahun 1884 oleh seorang ulama besar Ki Ageng Asnawi Caringin.

Kendati sudah berusia ratusan tahun, hingga kini kondisi Masjid Cikoneng masih utuh tanpa perbaikan baik mimbar maupun empat tiang penyangga. Hanya di bagian dinding yang di pasangi keramik, serta perbaikan tempat wudu.

“Bentuk masjid ini tidak ada perubahan. Hanya di dindingnya saja yang diperbarui dengan keramik karena kami khawatir lapuk, Jadi tiang-tiang masih utuh,”bebernya.

Pada saat itu, kedua masjid tersebut menjadi pusat penyebaran Islam di Provinsi Banten. Masjid Cikoneng memiliki dua menara, terdapat dua ruangan di dalamnya, satu ruangan sebagai tempat salat, di ruangan tersebut terdapat empat tiang penyangga dari kayu nangka yang berusia ratusan tahun, serta ruangan depan untuk musyawarah

**Baca juga: Pelototi Kinerja ASN di bulan Ramadan, Plh Bupati Pandeglang Gencar Sidak OPD

Kini masjid bersejarah ini belum ditetapkan menjadi cagar budaya oleh pemerintah setempat. Hakim berharap masjid tersebut dapat di jadikan cagar budaya agar nilai-nilain sejarahnya tidak hilang.

“Harapan kami dari masyarakat Manungtung menjadi cagar budaya, karena dulu orang Manungtung banyak menjadi perintis kemerdekaan, karena mereka ikut berjuang membela negara melawan penjajah,”tandasnya.(aep)

Berita Terbaru