oleh

Bersuara Saat Bercinta Sangat Disarankan

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Sebagian pasangan mengeluarkan “suara gaduh” selama sesi bercinta. Hal ini merupak salah satu ekspresi kepuasan. Namun tidak sedikit juga, yang karena merasa malu, bercinta tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

Sebenarnya, dikutip dari womenshealth.co.id, terdapat dua alasan mengapa bersuara saat bercinta itu penting dan disarankan. Alasan pertama, Anda membantu pasangan memuaskan karena si Dia jadi tahu gerakan yang Anda nikmati dan gerakan yang kurang kadar kenikmatannya.

Kemudian alasan kedua, rintihan dan erangan Anda membuat pasangan menjadi lebih bergairah.

“Sayangnya, tidak ada yang mengajarkan kita cara berbicara erotis. Kita tidak tahu kata-kata erotis yang semestinya diucapkan,” kata Ava Cadell, Ph.D, seksolog di Los Angeles yang juga pendiri LoveologyUniversity.com.

Diketahui, sudah menjadi rahasia umum jika wanita lebih menyukai cerita erotis yang melibatkan unsur emosional. Sementara pria lebih suka hal-hal visual dan menyukai aksi tembak langsung.

“Secara umum, pria memang lebih to the point, sementara wanita suka bermain kata-kata. Bahkan yang keluar dari mulut kadang berbeda dari maksud sesungguhnya,” tambah Jeremy.

Perbedaan ini sering membuat wanita dan pria menjadi salah paham. Saat Anda bilang I love you, misalnya, pasangan menangkapnya sebagai undangan untuk boleh meraba-raba payudara Anda.

Sebaliknya, Anda pun bisa kecewa dan merasa diperlakukan bak pelacur saat pasangan mengucapkan hal yang menurut Anda kasar di tengah acara bercinta. Padahal, bisa jadi pasangan hanya meniru adegan yang ditontonnya di video porno.

Jika Anda terlalu malu untuk bersuara saat bercinta, ambil napas dan bayangkan diri Anda sebagai sosok yang 10 kali lebih berani dari sekarang, demikian saran Ava.

Lalu bernapaslah dengan berat (perdengarkan hembusan napas Anda), dan lontarkan kata yang paling aman, seperti nama pasangan atau erangan ‘ah’, ‘oh’, dan ‘yes’. Saat Anda melihat pasangan menyukainya, Anda pasti mulai makin percaya diri untuk terus bersuara.

Bagaimana jika pasangan justru pendiam dan Anda menginginkan dirinya yang bersuara? Mudah saja. Ciumi lehernya, lalu berbisik perlahan di telinganya, tanyakan hal nakal yang ingin dilakukannya pada Anda. Minta pasangan menyebutkan secara detil.

Sebaliknya, jika pasangan terlalu berisik, katakan padanya bahwa dirty talk bukan hal yang Anda nikmati. Anda akan lebih suka jika pasangan mendesah dan mengerang saat menikmati gerakan tertentu.

“Beri respon positif saat pasangan melakukan yang Anda minta. Hal itu merupakan trik pembiasaan klasik. Anda menawarinya alternatif perilaku, kemudian memberinya ganjaran, sehingga pasangan terpacu mengulanginya lagi dan lagi,” ujar Jeremy. ** Baca juga: Pria Bahagia Saat Pasangan Orgasme, Ini Alasannya

Jangan malu untuk mengekpresikan diri selama bercinta melalui desahan atau erangan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru