Benarkah Minuman Bersoda Bikin Berat Badan Naik?

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Penelitian dari Universitas Birzeit, Palestina, dan dipublikasikan dalam jurnal Obesity Research and Clinical Practice, mengungkapkan bahwa Anda yang ingin memiliki tubuh lebih ramping disarankan untuk mengurangi konsumsi minuman bersoda, karena dapat memicu makan lebih banyak dan mengakibatkan obesitas.

Tidak hanya kandungan gula dalam minuman bersoda yang membuat Anda gemuk dan memicu makan lebih banyak, dikutip dari Meetdoctor, penyebab lain adalah karbonisasinya. Dalam penelitian ditemukan, tikus yang mengonsumsi makanan atau minuman bersoda secara reguler, makan lebih banyak dan lebih gemuk dibandingkan dengan tikus yang mengonsumsi minuman bersoda tidak reguler dan air biasa.

Penambahan berat badan dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon ghrelin nafsu makan, yang diproduksi oleh hewan pengerat dan manusia. Para periset melihat efek minuman berkarbonasi pada 20 pria muda, dan mendapati mereka juga memiliki kadar ghrelin darah yang lebih tinggi setelah mengonsumsi minuman bersoda ketimbang air biasa.

Namun kita tidak bisa mengatakan dari hasil penelitian ini saja bahwa produksi karbonasi atau ghrelin adalah jawaban penuh untuk kaitan antara konsumsi minuman ringan dan obesitas. Pasalnya, kemungkinan obesitas disebabkan oleh beberapa faktor lingkungan, sosial dan gaya hidup, bukan hanya minuman berkarbonasi. Orang yang mengonsumsi banyak minuman bersoda mungkin juga lebih cenderung memiliki pola makan kurang sehat dan kurang berolahraga.

Kesimpulan para peneliti, adanya efek yang nyata dari gas karbondioksida dalam minuman bersoda pada peningkatan konsumsi makanan dan meningkatnya risiko penambahan berat badan, obesitas dan penyakit hati berlemak dengan mendorong pelepasan ghrelin. ** Baca juga: Fobia Juga Disebabkan Karena Faktor Keturunan?

Selain itu, mengurangi minuman bersoda juga perlu dilakukan untuk menghindari serangan jantung dan stroke.(ilj/bbs)