oleh

Benarkah Merokok Bantu Turunkan Berat Badan?

Kabar6-Sebagian orang yang berhenti merokok, mengalami kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan karena mereka mengalihkan kecanduan merokok pada makanan. Jadi bukan karena tembakau bisa membuat badan menjadi kurus, lho.

Sebenarnya merokok memang bisa membuat badan menjadi kurus. Hal ini karena nikotin memiliki efek menekan nafsu makan, sehingga Anda cenderung untuk tidak merasa lapar meskipun belum makan seharian.

Zat nikotin saja sebenarnya tidak berbahaya. Zat tersebut, melansir beberapa sumber, memiliki efek yangs sama dengan kafein. Hal yang membuat rokok berbahaya adalah ribuan komposisi lain yang terkandung dalam sebatang rokok, termasuk lebih dari 50 karsinogen. Nikotin dicampur dengan bahan-bahan tersebut tentu memiliki efek yang sangat berbahaya bagi tubuh, bahkan bisa memicu kanker.

Jika Anda pikir mengurangi rokok beberapa batang per hari bisa membantu menyehatkan tubuh, anggapan itu ternyata salah. Justru dengan mengurangi asupan rokok, tubuh yang sudah kecanduan akan menagih lebih banyak rokok. Ujung-ujungnya, rokok yang dihisap jadi sama saja, atau bahkan lebih banyak jumlahnya dari biasa.

Kemudian jika Anda pikir bisa menolak efek berbahaya dari rokok dengan cara olahraga dan makan makanan organik, anggapan itu juga salah besar. Merokok begitu berbahayanya sehingga mampu merusak organ tubuh. Tidak ada pola hidup sehat yang bisa mencegah efek buruk tersebut.

Merokok dapat membuat Anda menjadi ketagihan, sehingga sangat tidak baik mengingat efeknya yang dapat merusak tubuh. Alasan sebenarnya kenapa Anda merasa tidak lapar ketika merokok adalah ketika merokok, pembuluh darah menjadi sempit sehingga aliran darah menjadi tidak lancar mengalir ke perut yang menyebabkan perut menjadi berhenti berfungsi.

Inilah alasan mengapa merokok meningkatkan risiko penyakit jantung. Merokok dapat menyempitkan pembuluh darah, yang meningkatkan risiko pembuluh arteri menjadi tersumbat yang menyebabkan penyakit jantung. ** Baca juga: 5 Alternatif Pengganti Susu Sapi

Rokok yang berlabel ‘light’ atau ringan itu sama berbahayanya dengan rokok biasa. Rokok light memang mengandung lebih sedikit tar dan bahan berbahaya lainnya, tapi perokok yang ganti rokok jadi light justru akan merokok lebih banyak untuk mengimbangi kurangnya rasa dari rokok tersebut.(ilj/bbs)

Berita Terbaru