oleh

Benarkah Buang Angin Bisa Bakar Kalori?

Kabar6-Saat buang angin (kentut), perut terasa lega atau lebih ringan, terutama jika Anda sedang kembung, atau setelah makan besar. Nah, apakah itu berarti buang angin juga bisa membakar kalori?

Ada kabar yang mengatakan bahwa buang angin dapat membakar 67 kalori. Artinya, jumlah kalori yang terbuang ini sama dengan burpees selama enam menit. Burpee adalah olahraga seluruh tubuh yang intens di mana dapat membakar banyak kalori.

Namun menurut seorang ahli bariatrik yang juga anggota American Board of Obesity Medicine bernama Spencer Nadolsky, D.O., melansir Klikdokter, buang angin sama sekali tidak membakar kalori. “Orang bisa kentut sampai 20 kali per hari dan ini masih termasuk dalam kisaran normal,” terang Nadolsky.

Jadi, jika setiap buang angin benar-benar membakar 67 kalori, maka dalam sehari ada 1,340 kalori yang terbakar. Artinya, berat badan Anda akan turun sekira 0,5 kilogram setiap dua atau tiga hari.

Lantas, bagaimana jika buang angin tersebut bersuara? Menurut Nadolsky, ini tetap tidak berpengaruh terhadap pembakaran kalori. “Bersuara atau tidak, kentut terbuat dari bahan yang sama yaitu nitrogen, hidrogen, metana, oksiden, dan air,” jelasnya.

Hal senada pun dikatakan seorang direktur medis manajemen berat badan dan program bedah bariatrik di Northwestern Medicine Delnor Hospital bernama Matthew R. Pittman, M.D., “Kentut bukanlah alat penurunan berat badan yang praktis, dan tidak dapat digunakan sebagai pengganti olahraga.”

Ditambahkan, saat Anda membuang gas, otot-otot akan rileks, sementara kalori terbakar jika ada aktivitas aktif dari otot. “Bahkan jika kentut Anda eksplosif, tetap sulit untuk membakar kalori dari sini.”

Kecuali adalah jika Anda buang angin sambil jogging atau yoga, namun lagi-lagi kalori yang terbakar itu merupakan hasil dari olahraga yang Anda lakukan, bukan pembuangan gas. Meskipun kentut tidak membakar kalori, aktivitas pelepasan gas ini dapat membuat tubuh terasa lebih ringan, terutama jika perut sedang kembung.

Kondisi kembung dapat terjadi karena berbagai hal. Minum dari sedotan, mengunyah permen karet, atau makan terburu-buru dapat menyebabkan masuknya udara ekstra ke jalur pencernaan.

Namun menurut Pittman, alasan paling umum mengapa tubuh memproduksi gas berlebih adalah karena Anda mengonsumsi sesuatu yang tidak dapat dicerna tubuh. “Jika terlalu banyak gas terjebak dalam saluran pencernaan Anda, hal ini dapat menimbulkan rasa kembung yang membuat perut tersengal,” urai Pittman. ** Baca juga: Usai Olahraga Sebaiknya Minum Susu?

Itulah sebabnya kadang-kadang buang angin dapat membantu. “Bila Anda sedang kembung dan perlu kentut, lakukanlah,” kata Pittman. “Mungkin tidak membakar kalori, tapi pastinya akan membuat Anda merasa lebih baik.” (ilj/bbs)

Berita Terbaru