oleh

Begini Reaksi Tubuh Saat Anda Dilanda Patah Hati

Kabar6-Meskipun banyak yang sedang jatuh cinta, tidak sedikit juga yang saat ini tengah mengalami patah hati. Hal yang mungkin belum diketahui, patah hati memberi efek kurang baik bagi tubuh.

Mulai dari stres, depresi hingga masalah komplikasi yang terjadi pada organ vital tubuh. Saat seseorang patah hati, melansir journalsociolla, ada sejumlah reaksi tubuh yang akan dirasakan. Apa sajakah itu?

1. Kulit rentan breakout
Breakout adalah kondisi ketika kulit mengalami iritasi dan berjerawat. Bagi sebagian orang, hal ini bisa saja terjadi akibat perubahan hormon kortisol pada kelenjar endokrin. Rasa stres yang muncul pada diri seseorang akan memicu terjadinya reaksi pada kulit.

2. Tekanan darah meningkat
Saat hormon kortisol meningkat, hal ini turut memengaruhi tekanan darah yang turut melonjak. Kondisi sedih dan kecewa yang muncul akibat dari rasa sakit hati memancing hormon kortisol untuk terus meningkat.

Hal ini terjadi karena rasa patah hati bisa membuat seseorang merasa down hingga sulit menjalani hari, untuk itu hormon ‘petarung’ kortisol meningkat sebagai bentuk perlindungan diri.

3. Mengalami depresi
Kondisi patah hati bisa membuat seseorang merasa sedih, sering menangis bahkan mengalami perubahan jam tidur dan nafsu makan. Hal ini terjadi sebagai bentuk dari menurunnya produksi serotonin. Diketahui, hormon serotonin merupakan zat baik yang membuat perasaan jadi lebih bahagia.

Selain itu kadar serotonin wanita yang lebih rendah dari pria disebutkan turut jadi pemicu mengapa wanita lebih rentan mengalami depresi. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda harus bisa meningkatkan hormon serotonin dengan melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan dan memberi efek positif. Seperti menghabiskan waktu dengan keluarga, teman, serta melakukan olahraga.

4. Merasakan reaksi layaknya putus obat
Menurut Dr. Wyatt Fisher, saat jatuh cinta maka produksi hormon dopamin dan oksitosin meningkat tajam, efek yang dirasakan pelakunya disebut meyerupai efek saat orang tengah menikmati kokain.

Tentu efek sebaliknya yang akan dirasakan tubuh. Serupa dengan pecandu kokain yang tiba-tiba harus berhenti mengonsumsi benda tersebut, atau seperti orang yang tengah sakaw.

Kondisi ini, diungkapkan Dr Fisher, bisa berlangsung selama enam bulan. Umumnya setelah melewati masa tersebut, seseorang bisa kembali menjalani hidup normal. ** Baca juga: Jangan Simpan 4 Benda Berikut dalam Kamar Mandi

5. Mengalami sindrom patah hati
Sindrom patah hati memiliki gejala serupa sakit jantung dalam waktu yang singkat. Umumnya orang yang menglami sindrom patah hati memiliki kelainan fungsi otot jantung yang akan berlangsung selama beberapa waktu.

Hal ini sebenarnya umum terjadi terutama saat seseorang baru kehilangan orang terdekat dan putus cinta. Meskipun tubuh akan kembali dalam kondis normal, terlalu sering mengalami hal ini bisa memicu pada masalah kesehatan yang lebih serius seperti penyakit komplikasi di area jantung.

Alihkan kesedihan Anda akibat patah hati pada sejumlah kegiatan positif agar kesehatan tubuh tetap terjaga.(ilj/bbs)

Berita Terbaru