Begini Kronologi Penangkapan Pembunuh dan Pemerkosa Gadis di Serang

Ilustrasi. (Ist)

Kabar6-Petugas Polres Serang bertindak cepat dan langsung meringkus tiga pelaku pembunuhan dan perkosaan di Sungai Cibongor, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

Kapolres Serang AKBP Wibowo mengatakan awalnya, pihaknya mendapat laporan ada mayat perempuan mengambang di Sungai Cibongor. Polisi lalu memeriksa mayat tersebut dan mencocokan mayat tersebut dengan laporan orang hilang yang diterima di Polres Serang.

“Orangtua korban berinisial SM (18) sudah melapor ke Polsek Cikeusal. Ternyata identitasnya sama dengan mayat yang ditemukan warga,” ungkap Wibowo menjelaskan, Jumat (14/12/2017).

Polisi lalu bergerak cepat untuk memburu pelaku. Hasilnya, Selang satu hari, pada 14 Desember 2017, jajaran Polres Serang berhasil menangkap pelaku di kediamannya bersama pelaku lainnya.

“Lokasi pekosaan dengan penguburan berbeda. Sekira 200-300 meter. Pembunuhan spontan,” jelasnya.

Wibowo juga mengatakan karena kekejamannya, empat tersangka diancam Pasal 338 dan 339 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun atau seumur hidup.

Berita Sebelumnya, ER (17), Warga Ciekusal, Kabupaten Serang tega membunuh seorang perempuan berinisial SM (18). Perbuatan keji tersebut dilakukan lantaran cinta ER ditolak oleh SM.**Baca Juga: Usai Membunuh, Remaja ‘Patah Hati’ di Serang Ini Perkosa Korbannya.

Remaja cantik itu mengembuskan napas terakhirnya usai dibenturkan kepala nya ke sebuah batu, kemudian kepala nya ditenggelamkan ke dalam Sungai Cibongor, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang.

“Setelah dilakukan otopsi, luka bekas tanda-tanda kekerasan, hidung patah dan rahang retak, kepala belakang retak,” kata Wibowo.**Baca Juga: Cinta Ditolak, Remaja di Serang Tega Bunuh Pujaan Hatinya.

Korban dikubur di dalam sungai dengan cara kaki dan tangannya diikat ke sebuah bambu. Kemudian bambu ditenggelamkan ke dalam sungai dengan pemberat batu dibantu oleh tersangka lainnya yakni DS dan RD.

Hingga akhirnya air sungai meluap, tubuh korban terangkat ke atas dan ditemukan oleh masyarakat pada 13 Desember 2017 dengan kondisi mengenaskan.(dhi)